Kombes Eko Budhi Purwono Raih Penghargaan Hoegeng Awards 2026
Direktur Pembinaan Masyarakat Polda Riau Kombes Eko Budhi Purwono resmi menerima penghargaan Hoegeng Awards 2026 untuk kategori Polisi Berdedikasi di The Tribrata Darmawangsa, Jakarta Selatan, pada Jumat, 31 Juli 2026, malam. Dilansir dari detikcom, perwira menengah tersebut terpilih berkat perannya sebagai orkestrator program Green Policing yang memadukan penegakan hukum dengan pelestarian lingkungan di wilayah Riau. Acara puncak tersebut dihadiri langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Chairman of CT Corp Chairul Tanjung, serta jajaran menteri negara, dengan penyerahan trofi dilakukan oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin setelah pembacaan keputusan oleh Dewan Pakar Mas Achmad Santosa.
Selain kategori Polisi Berdedikasi, ajang ini juga menetapkan tiga nominator untuk kategori Polisi Inovatif, yaitu Kapolresta Sidoarjo Kombes Christian Tobing, personel Divisi Hubungan Internasional Polri Brigadir Renita Rismayanti, dan Ps Kaur Ident Satreskrim Polres Kepulauan Sitaro Aipda Frits Bidara.
Kombes Christian Tobing dinilai sukses memodernisasi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu, sementara Brigadir Renita mengintegrasikan basis data digital kriminalitas dalam misi PBB, dan Aipda Frits Bidara menggagas perekaman sidik jari gratis ke sekolah terpencil. Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menjelaskan bahwa kategori Polisi Inovatif menjadi bentuk apresiasi bagi anggota yang tanggap terhadap dinamika di lapangan.
"Inovasi lahir dari kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat. Ketiga nominator ini menunjukkan bahwa anggota Polri mampu menghadirkan terobosan yang memberikan manfaat nyata, baik dalam pelayanan publik, pengembangan organisasi, maupun pengabdian kepada masyarakat. Semangat inilah yang ingin terus kami tumbuhkan melalui Hoegeng Awards," ujar Irjen Johnny Eddizon Isir, Jumat, 31 Juli 2026. Proses seleksi ketat penghargaan ini melibatkan lima Dewan Pakar dari berbagai unsur masyarakat, termasuk Alissa Qotrunnada Wahid, Putu Elvina, Gufron Mabruri, dan Habiburokhman yang telah menyaring kandidat sejak awal tahun.
Kombes Eko Budhi Purwono selaku eksekutor program Green Policing besutan Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menyatakan bahwa program ini bertujuan meningkatkan kesadaran ekologis warga sekitar. "Niat Green Policing adalah kembali menghijaukan, tetapi kebesertaan kebersamaan masyarakat untuk menjaga itu, tidak paham kalau kita bicara saja, tapi mereka harus kita masuk melalui memperkenalkan dan kebersamaan bersama pemerintah, sehingga mereka menjadi agen betul, untuk dirinya dan masyarakat sekitarnya," kata Kombes Eko Budhi Purwono kepada detikcom, Senin, 30 Maret 2026. Dalam pelaksanaannya, Direktorat Pembinaan Masyarakat melibatkan pula Direktorat Intelijen, Direktorat Kriminal Khusus, serta jajaran Polres untuk menindak pelaku pembakaran hutan.
"Kita menggerakkan wilayah termasuk anggota kami, termasuk pejabat yang ada di Polda, Direktorat Intel, Direktorat Kriminal Khusus. Berbicara Green Policing tidak hanya menanam dan meningkatkan kesadaran ekologis, tapi ada permasalahan tindak pidana yang sudah dilakukan oleh masyarakat, mereka atas dasar kebutuhan perut membabat hutan, atau membersihkan lahannya membakar, itu yang tidak kita berikan untuk ada terus. Kita menggunakan tangan-tangan krimsus, tangan-tangan Polres, penyidik, Polres, semua digerakkan," ucap Kombes Eko Budhi Purwono.
Polda Riau secara konsisten melakukan pendataan jumlah pohon yang ditanam serta sosialisasi ke institusi pendidikan formal melalui program Jelajah Riau untuk Rakyat. "Saya masuk di program Jalur, Green Policing, untuk memperkuat dan mengingatkan terus, dan kami mendata itu berapa banyak pohon yang sudah ditanam setiap harinya, berapa sekolah yang sudah disentuh," ujar Kombes Eko Budhi Purwono. Penerapan program ini diklaim berhasil menurunkan tingkat pencemaran udara secara signifikan di wilayah Pekanbaru dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Tahun 2016 saya masih di Sumatera Barat, asap yang dari Riau itu nyampai di Padang, bahkan nyampai di Agam waktu saya jadi Kapolres, udara kotor. Tahun 2025 saya tidak menemukan Pekanbaru tercemar, itu aja dulu, udah cakep itu," imbuh Kombes Eko Budhi Purwono.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow