Komisi XI DPR Minta Rencana Penyetoran Dividen Danantara Dikaji Komprehensif
Penulis : Arnoldus Kristianus 31 Aug 2026 | 20:51 WIB
Ilustrasi gedung Danantara Indonesia di Jakarta. (Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc)
JAKARTA, investor.id - Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memandang rencana penyetoran dividen Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) ke kas negara harus dikaji secara komprehensif. Pasalnya, Danantara juga memiliki tugas utama untuk menggenjot investasi.
Wakil Ketua Komisi XI DPR Mohamad Hekal mengatakan saat ini rencana pemberian dividen senilai Rp 120 triliun ke keuangan negara masih berada dalam tahap pembahasan dan belum ada langkah lebih lanjut. Namun, harus dilihat lebih rinci apakah pemberian dividen ini akan mulai diberikan tahun ini atau tahun depan. Pada akhirnya Danantara akan berkontribusi ke perekonomian Indonesia.
“Tidak menutup bahwa holding itu kan juga bisa dimintakan dividennya. Cuman ngobrolnya tidak bisa sepotong begitu Satu kesatuan, kita perlu gak dividen dia? Atau lebih bermanfaat kita masukin sebagai investasi di bidang lain,” ucap Hekal di Gedung DPR, Jakarta, pada Senin (31/8/2026).
Pemerintah dan DPR harus melihat lebih dalam sejauh mana keuntungan Danantara lebih optimal disetorkan kepada negara atau justru digunakan kembali untuk membiayai investasi. Menurutnya, kebutuhan investasi saat ini menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan.
Bila keuntungan Danantara masih dibutuhkan untuk mendukung proyek-proyek investasi, penarikan dividen ke APBN berpotensi mengurangi ruang investasi perusahaan tersebut. Setoran dividen dapat dipertimbangkan apabila Danantara memiliki kelebihan likuiditas atau excess liquidity, sementara belum terdapat proyek investasi yang membutuhkan dana tersebut.
“Kalau sifatnya wacana sewaktu-waktu kita perlu bisa kita minta. Kalau dia ada excess liquidity, belum ada proyek investasinya ya kita masukin. Namun hari ini, jelas obrolan kita adalah perlu boosting ekonomi salah satunya dengan investasi. Nah, tarik menariknya dimana? Kita harus lihat investasi akan datang dari mana,” ungkap Hekal.
Hekal memandang perlu ada pembahasan lebih rinci mengenai sumber pembiayaan investasi Danantara. Bila sudah ada pembahasan yang lebih rinci, maka dapat ditentukan sebagian keuntungan lembaga tersebut dapat ditarik untuk APBN.
“Bayangan Danantara pembiayaan perencanaan investasinya ada atau enggak. Ada nggak dari mereka uang yang free untuk disetor ke APBN dulu? Kan itu belum pernah diulas,” terang Hekal.
Dividen Rp 120 Triliun Akan Masuk ke PNBP
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
DPR dan Pemerintah Bahas Target dan Strategi Investasi 2026-2027
Paradoks Investasi Indonesia
Dividen Danantara Topang Struktur Fiskal Nasional
Investasi Jadi Penentu Pertumbuhan Ekonomi Paruh Kedua
Danantara Housing Expo Buka Peluang Masyarakat Punya Rumah
Business 3 menit yang lalu Komisi XI DPR: Setoran Dividen Danantara ke APBN Perlu Disesuaikan dengan Kebutuhan Investasi Komisi XI DPR menilai rencana penyetoran dividen BPI Danantara perlu memperhatikan kebutuhan investasi dalam menggenjot perekonomian.
Business 12 menit yang lalu Aturan Diubah, Buruh Tani Tanpa Lahan Kini Bisa Dapat Bantuan Alsintan Aturan bantuan alsintan diubah. Buruh tani tanpa lahan kini bisa membentuk kelompok dan mengakses bantuan alat pertanian dari pemerintah.
International 15 menit yang lalu Lebih dari 6.000 Kasus Ebola Terkonfirmasi di Kongo Kasus Ebola di Kongo menembus 6.041 dengan 2.911 kematian, menjadikan wabah kali ini yang terbesar dalam sejarah negara tersebut.
Finance 26 menit yang lalu Dua Mesin Produksi Aktif, Premi Asuransi Jiwa Tumbuh 8,2% Premi asuransi jiwa tumbuh 8,2% menjadi Rp 94,75 triliun pada semester I-2026, ditopang produk tradisional dan unit link.
Business 34 menit yang lalu Kolaborasi Jadi Kunci Percepatan Penyediaan Hunian Sektor perumahan bukan sekedar bisnis, ada pertumbuhan ekonomi dan harapan masyarakat dari hunian yang dibangun.
Market 36 menit yang lalu Ada 3 Tanda Peringatan Bitcoin (BTC) di September Terdapat tiga tanda peringatan yang kini mulai muncul untuk Bitcoin (BTC) di bulan September tahun ini.
Tag Terpopuler
Terpopuler
Penulis : Arnoldus Kristianus 31 Aug 2026 | 20:51 WIB
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa Danantara akan menyetorkan dividen senilai Rp 120 triliun ke kas negara. Keputusan tersebut sudah disetujui oleh Presiden Prabowo Subianto. Dana tersebut akan menjadi alternatif pembiayaan terhadap resiliensi keberlangsungan dalam pengelolaan keuangan negara.
“Kalau tahun-tahun sebelumnya cuma dapat Rp 90 triliun dari dividen, ini meningkat jadi Rp 120 triliun kan bagus, meningkat. Pemerintah nggak rugi, pendapatan malah nambah. Saya harap ke depan untungnya (Danantara) lebih besar lagi,” ucap Purbaya.
Nantinya, dana tersebut akan masuk ke penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Sebelum pemerintah membentuk BPI Danantara, setiap dividen dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masuk ke PNBP kekayaan negara dipisahkan. Kini dividen sebesar Rp 120 triliun tersebut akan masuk ke PNBP dan menjadi dana cadangan penyangga fiskal.
“Untuk cadangan dulu, supaya anggaran kita semakin kuat. Khususnya untuk cadangan kalau kita perlu pengeluaran lebih yang tak terduga,” tutur Purbaya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow