Anggota DPD Jatim Dukung Film Istimewa Angkat Kisah Anak Disabilitas
Anggota DPD RI Jawa Timur, Lia Istifhama, bersama sejumlah konten kreator se-Jawa Timur menggelar acara nonton bersama film Istimewa di Pakuwon XXI, Surabaya, Sabtu (15/8/2026).
Film ini mengisahkan perjuangan lima anak penyandang disabilitas bersama ayah mereka, Abdullah Mansuri, yang mengangkat nilai keluarga, ketangguhan, dan kepedulian sosial.
Abdullah Mansuri berharap film ini dapat mengubah cara pandang masyarakat terhadap penyandang disabilitas.
"Saya ucapkan terima kasih kepada DPD RI Lia Istifhama yang berkenan menonton film ini. Yang peduli dan sayang dengan anak-anak istimewa," ujar Ayah Mans.
Ia juga berharap penonton tidak hanya terbawa emosi, tetapi membawa pesan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
"Setelah menonton Istimewa, saya berharap kita bisa pulang dengan cara melihat yang sedikit berbeda. Jangan hanya melihat teman-teman istimewa dari kondisi mereka, tetapi lihat manusia dan segala hal baik yang ada di dalam dirinya," tambahnya.
Menurut Ayah Mans, makna film akan lebih besar apabila mampu mengubah cara masyarakat memandang dan memperlakukan penyandang disabilitas.
"Kalau itu mulai terjadi, berarti film ini sudah melakukan sesuatu," tambahnya.
Lia Istifhama menilai film Istimewa mengandung pesan humanisme kuat dan relevan dengan kehidupan masyarakat.
"Ada beberapa nilai humanis yang bisa kita ambil dari film ini. Salah satunya adalah jangan pernah merasa sendiri atau loneliness, karena selalu ada keluarga dan orang-orang yang peduli serta memikirkan kita," ujar Lia Istifhama.
Menurutnya, film ini juga mengajarkan pentingnya ketangguhan dan kemandirian, namun mandiri bukan berarti menjalani semuanya sendiri.
"Kalau kita mengetahui adanya kejahatan human trafficking, kita harus tegas peduli dan melaporkannya kepada pihak berwajib. Kepedulian tidak cukup hanya dengan merasa kasihan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan," tegas Lia Istifhama.
Melalui film ini, Lia berharap masyarakat semakin terbuka melihat keberagaman manusia dan memahami bahwa keterbatasan bukan alasan untuk menghilangkan kesempatan seseorang berkarya dan mandiri.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow