Destry Damayanti Paparkan Tiga Misi Utama Calon Gubernur Bank Indonesia

Smallest Font
Largest Font

Calon Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti mengemukakan tiga misi utama serta optimisme penguatan nilai tukar rupiah hingga level Rp 17.500 per dollar AS dalam uji kepatutan dan kelayakan di Komisi XI DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Tiga misi utama yang disiapkan Destry mencakup menjaga stabilitas ekonomi makro, mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, serta memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan melalui program Sinergi Merah Putih.

Langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan sistem pembayaran menjadi fondasi utama untuk memberikan kepastian bagi dunia usaha, sekaligus memastikan ketersediaan pembiayaan bagi sektor riil tanpa mengabaikan independensi bank sentral.

Destry menjelaskan bahwa pergerakan nilai tukar rupiah dipengaruhi oleh faktor fundamental jangka panjang dan dinamika sentimen pasar jangka pendek.

"Kalau kita bicara rupiah, rupiah itu kan memang sangat dipengaruhi, pertama ada faktor yang jangka panjang, dan ini lebih fundamental, dan ada faktor yang jangka pendek dan ini lebih sentimen," kata Destry dalam Rapat Dengar Pendapat Umum bersama Komisi XI DPR RI, dilansir dari Kompas.com.

Kondisi ekonomi di Amerika Serikat serta ketidakpastian global yang tinggi dinilai memberikan ruang bagi posisi rupiah untuk bergerak ke tingkat yang lebih stabil.

"Dan kalau kita lihat pergerakan dari rupiah itu sendiri, sebenarnya kalau melihat dari faktor fundamental, kemudian termasuk juga apa yang terjadi di AS, dan di global dengan ketidakpastian yang tinggi. Dan nilai rupiah kita sebenarnya bisa lebih rendah dari sekarang," ujar Destry.

Perbaikan sentimen pasar berpotensi mendorong penguatan nilai tukar rupiah dalam waktu yang relatif singkat.

"Tapi kalau kita lihat, (saat ini) sentimen lagi positif, dan rupiahnya bisa cepat turunnya. Kami tetap, dan akan selalu manfaatkan momentum," tutur Destry.

Bank Indonesia berkomitmen untuk terus mengawal pergerakan mata uang guna mengantisipasi gejolak di pasar keuangan.

"Pada saat sentimen lagi positif, tentunya Bank Indonesia akan terus ada di pasar, karena itu sudah menjadi kewajiban kami menjaga volatilitas juga dari rupiah," kata Destry.

Pemerintah bersama Bank Indonesia telah memperhitungkan dinamika pasar dan kondisi ekonomi global terkini dalam penetapan asumsi makro.

"Nah kalau kita di rapat kemarin dengan pemerintah, pemerintah kan juga sudah menetapkan di RAPBN-nya 2027 kan Rp 17.500. Nah jadi paling tidak itu memperhatikan situasi yang saat ini terjadi," kata Destry.

Proses uji kepatutan dan kelayakan terhadap calon Gubernur Bank Indonesia di Komisi XI DPR RI ini menjadi bagian penting dari penentuan arah kebijakan moneter nasional untuk periode mendatang.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed