Destry Damayanti Tegaskan Keuangan Inklusif dan Syariah Dorong Pertumbuhan Ekonomi 8%
Calon Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, menilai bahwa penguatan keuangan inklusif, berkelanjutan, dan syariah merupakan faktor kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 8%.
Dalam uji kelayakan dan kepatutan di DPR, ia menyampaikan bahwa kebijakan tersebut bukan hanya menopang sektor riil, tetapi juga berperan penting dalam penciptaan lapangan kerja secara luas.
Meski demikian, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ekonomi syariah masih menghadapi tantangan, terutama pangsa aset perbankan syariah yang relatif stagnan dalam sistem keuangan nasional.
Hingga Mei 2026, total kredit dan pembiayaan industri perbankan mencapai Rp 8.918 triliun, dengan pembiayaan perbankan syariah menguasai 7,95 persen atau sekitar Rp 709 triliun.
Destry menjelaskan bahwa penguatan pembiayaan inklusif akan dilakukan melalui kebijakan makroprudensial yang diperkuat. Selain itu, BI akan menyempurnakan kebijakan keuangan berkelanjutan, termasuk dalam instrumen dan metode perhitungan emisi karbon yang digunakan perusahaan dan perbankan.
Untuk memperkuat keuangan inklusif, berkelanjutan, dan syariah, Destry merinci lima kebijakan utama. Pertama, memperluas pembiayaan lewat business and financing matching serta integrasi UMKM dalam rantai nilai lokal dan global.
Kedua, memberikan pendampingan kepada UMKM melalui kerja sama dengan balai diklat pemerintah guna mendukung ketahanan pangan dan penciptaan tenaga kerja.
Ketiga, penguatan ekosistem rantai nilai halal sekaligus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan serta gaya hidup halal.
Keempat, memperdalam pembiayaan dan pasar uang syariah, mendorong inovasi serta perluasan akseptasi produk keuangan syariah.
Kelima, memperkuat sinergi dalam membangun ekosistem, standar, dan pusat data keuangan berkelanjutan.
Destry menambahkan, BI juga akan mendukung pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif untuk mendorong pertumbuhan sektor riil dan lapangan kerja melalui stabilitas harga serta penyediaan pembiayaan yang memadai.
"Ini menjadi pekerjaan rumah bersama karena masing-masing pihak memiliki kewenangan. Sinergi dengan pemerintah yang memiliki rencana strategis juga sangat penting," ujar Destry.
Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional tanpa mengorbankan stabilitas keuangan, sebagaimana dikutip dari Investor Daily.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow