Danantara Umumkan Direksi dan Komisaris DSI Lengkap di Jakarta

Smallest Font
Largest Font

PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) resmi mengumumkan susunan Dewan Komisaris dan Direksi pada Senin, 24 Agustus 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, dalam acara peluncuran tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA) yang baru.

DSI mulai beroperasi sejak 1 Juni 2026, mengelola ekspor tiga komoditas strategis yaitu batu bara, kelapa sawit, dan ferroalloy. Dalam dua bulan pertama, DSI telah memantau lebih dari 6.500 deklarasi ekspor dengan nilai transaksi mencapai lebih dari 14 miliar dolar AS, melibatkan 50 pelabuhan di 25 provinsi dan mengirimkan ke lebih dari 100 negara tujuan, menurut Presiden Prabowo Subianto.

Susunan komisaris DSI dipimpin oleh M. Syaifurrahman Noer sebagai Presiden Komisaris, yang juga menjabat Presiden Komisaris PT Indonesia Defense Security and Technology (IDST). Tony Wenas, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, serta Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional Mari Elka Pangestu, dan mantan Managing Director Mandiri Sekuritas Harold Tjiptadjaja turut menjadi komisaris.

Direktur Utama DSI adalah Luke Thomas Mahony, yang ditunjuk sejak Mei 2026. Luke sebelumnya menjabat sebagai SEVP Business Performance & Optimization Danantara Indonesia dan pernah menjadi Chief Strategy and Technical Officer PT Vale Indonesia Tbk.

Pada jajaran direksi, Sinthya Roesly dipercaya sebagai Direktur Keuangan. Ia merupakan mantan Direktur Keuangan PT PLN (Persero). Nur Hidayat Udin, mantan Direktur Manajemen Risiko dan HSSE MIND ID, diangkat sebagai Direktur Manajemen Risiko. Sedangkan posisi Direktur Legal dan Kepatuhan diisi oleh Ivan Ferdiansyah Baely, mantan Senior Corporate Lawyer dan Managing Partner IABF Law Firm.

Direktur Utama DSI Luke Mahony menegaskan bahwa fokus perusahaan adalah membangun sistem dan kapabilitas untuk menjalankan mandat ekspor secara kredibel, terukur, dan berkelanjutan.

"Kami akan terus mengukuhkan kapabilitas pemantauan, verifikasi, dan operasional guna mendukung ekosistem ekspor yang lebih transparan, akuntabel, dan efisien, sekaligus menjaga kepastian berusaha dan keberlanjutan ekspor," ujar Luke Mahony.

CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menjelaskan bahwa DSI berfungsi sebagai agen penjual dan penyedia sistem pemantauan ekspor, tanpa mengubah hubungan bisnis antara eksportir dan pembeli.

"Kami lebih pada mengevaluasi, memonitor, dan memastikan transparansi transaksi," kata Rosan. Ia menegaskan peran DSI bukan untuk menambah birokrasi atau menggantikan regulator, melainkan membangun titik verifikasi yang kuat untuk data ekspor, mencakup kuantitas, kualitas, klasifikasi barang, harga, pembayaran, dan repatriasi devisa.

Rosan juga menyatakan bahwa DSI akan bertahap menjadi agen penjual tunggal, namun ekspor tetap dapat dilakukan langsung oleh eksportir dengan pembeli terutama yang memiliki kontrak jangka panjang.

"Ekspor tetap bisa langsung, tetapi kami hanya sebagai agen penjual," ujarnya. Dia menambahkan bahwa DSI akan memberikan nilai tambah lewat transparansi dan data yang mendukung pengambilan kebijakan serta penguatan posisi Indonesia di pasar global.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed