China Bersiap Luncurkan Misi Antariksa Chang'e-7 ke Bulan
China menjadwalkan peluncuran misi antariksa Chang'e-7 menggunakan roket Long March 5 dari Wenchang Satellite Launch Center di Pulau Hainan dengan jendela peluncuran diperkirakan dibuka pada 24 Agustus 2026. Misi yang dikembangkan oleh China Manned Space Engineering Office (CMSEO) ini bertujuan utama untuk memetakan dan mencari keberadaan es air di wilayah kutub selatan Bulan. Eksplorasi ambisius ini memuat wahana pendarat, penjelajah, serta robot pelompat atau hopper.
Setelah memasuki orbit Bulan, armada Chang'e-7 bakal memeriksa lokasi pendaratan potensial sebelum melakukan uji coba pendaratan yang diprediksi para pakar berlangsung pada November mendatang, seperti dilansir dari Detik iNET. Area utama yang diincar berada di kawasan kawah Shackleton, sebuah cekungan abadi tanpa paparan sinar Matahari selama miliaran tahun dengan suhu ekstrem mencapai -203 derajat Celsius. Ketiadaan Sinar Matahari membuat area kawah berpotensi tinggi menyimpan cadangan air dan molekul organik yang terawetkan secara alami.
Navigasi di kawah Shackleton menghadirkan tantangan medan yang miring dan gelap gulita. Untuk menembus dasar kawah, robot hopper enam kaki bakal dikerahkan dengan bantuan enam mesin pendorong, alat analisis molekul air, serta kemampuan kembali ke permukaan untuk pengisian daya lewat tenaga Matahari.
Media pemerintah Xinhua melaporkan bahwa robot hopper dijadwalkan melakukan sedikitnya tiga kali lompatan ke dasar kawah selama masa operasinya. Namun, durasi keseluruhan dari operasional misi ini belum dipublikasikan secara resmi. Rangkaian data dari Chang'e-7 dan penerusnya Chang'e-8 pada 2029 akan menjadi dasar penting bagi China dalam merealisasikan pendaratan astronaut di Bulan pada 2030. Penemuan sumber air di lokasi tersebut bakal mempermudah penyediaan air minum, oksigen, hingga bahan bakar roket untuk pendirian stasiun penelitian permanen.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow