BPS Catat 48 Persen Lansia Indonesia Bergantung pada Dana Anak Cucu

Smallest Font
Largest Font

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data yang menunjukkan 48 persen penduduk lanjut usia di Indonesia mengandalkan anak dan cucu sebagai sumber dana utama untuk memenuhi kebutuhan hidup di hari tua. Data BPS tersebut mencatat sektor keluarga masih menjadi penopang finansial terbesar bagi para pensiunan. Kondisi ini membuat keberadaan lansia masih menjadi bagian dari beban ekonomi keluarga.

Selain ketergantungan pada keluarga, BPS mencatat sebanyak 38 persen lansia terpaksa bekerja kembali demi menopang pendapatan bulanan. Secara keseluruhan, 86 persen lansia bergantung pada keluarga atau harus terus bekerja.

Sementara itu, lansia yang mengandalkan uang pensiun sebagai sumber keuangan utama hanya mencapai 9 persen. Sebanyak 2 persen lansia mengandalkan bantuan sosial dari pemerintah, dan 1 persen memanfaatkan tabungan atau investasi.

Satu persen lansia sisanya tercatat hidup dari sumber keuangan lainnya. Berdasarkan data tersebut, partisipasi masyarakat dalam program dana pensiun sukarela seperti DPPK atau DPLK baru mencapai 3,68 persen atau 5,43 juta peserta. Terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan tingginya ketergantungan finansial lansia, seperti dominasi pekerja sektor informal yang belum tersentuh program pensiun serta kesenjangan literasi keuangan. Selain itu, ketidakstabilan pendapatan dan rendahnya rasio tingkat penghasilan pensiun turut memicu permasalahan tersebut.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed