Bournemouth Ditahan Imbang Everton Usai Gol Larut James Tarkowski

Smallest Font
Largest Font

Bournemouth harus merelakan kemenangan yang sudah di depan mata setelah Everton memaksakan hasil imbang 1-1 melalui gol dramatis James Tarkowski pada masa injury time dalam laga lanjutan Liga Premier Inggris di Stadion Vitality.

Tuan rumah sempat memimpin lebih dulu pada babak pertama berkat gol Alex Scott usai menerima umpan dari Evanilson. Namun, kegagalan mengantisipasi situasi sepak pojok Hayden Hackney di menit akhir membuat Tarkowski berhasil menyamakan kedudukan.

Hasil ini memperpanjang rekor tak terkalahkan Bournemouth di kandang menjadi 10 pertandingan berturut-turut. Meski demikian, tim asuhan Marco Rose tersebut gagal meraih kemenangan dalam dua laga kandang terakhirnya saat menjamu Everton.

Manajer Bournemouth, Marco Rose, memberikan pandangannya mengenai jalannya pertandingan serta performa anak asuhnya di lapangan.

"Ini sebagian besar tentang hasil, tetapi sebagai pelatih Anda juga mengevaluasi performa dan di sebagian besar fase permainan itu sangat bagus," kata Rose.

Rose menilai timnya tampil cukup terbuka dan menunjukkan banyak hal positif sepanjang laga.

"Ini adalah permainan yang cukup terbuka, cukup naik turun. Kami bisa menjadi lebih baik di beberapa bagian permainan. Hari ini bagi saya itu bahkan bukan situasi bola mati untuk gol tersebut karena kami sudah membersihkan situasinya, tetapi saya tidak ingin menyalahkan siapa pun karena saya melihat begitu banyak hal positif," ujar Rose.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas sambutan hangat yang diterimanya sejak memimpin tim.

"Saya sangat berterima kasih atas sambutan yang hangat dan saya sangat menghargai menjadi pelatih tim ini. Rasanya sangat menyenangkan melatih pertandingan ini," tutur Rose.

Rose menambahkan bahwa timnya masih harus bersabar untuk memberikan hasil maksimal bagi para pendukung.

"Seperti minggu lalu kami ingin menyajikan kemenangan bagi para penggemar kami, tetapi kami harus menunggu satu minggu lagi," ucap Rose.

Ia juga menyinggung situasi babak kedua ketika timnya gagal menambah keunggulan meski memiliki sejumlah peluang emas.

"Kami bisa saja mencetak gol kedua dua, tiga, atau empat kali dan sekarang kami harus puas dengan satu poin," kata Rose.

Rose mengaku masih terus beradaptasi dengan atmosfer serta dinamika kompetisi di Inggris.

"Saya harus terbiasa dengan Liga Premier. Ini cukup berbeda. Ini selalu menjadi permainan yang terbuka," ujar Rose.

Ia turut mengomentari proses terjadinya gol balasan lawan yang dinilainya terjadi secara tidak terduga.

"Itu bahkan bukan gol dari situasi bola mati, itu hanya kecerobohan," tutur Rose.

Rose juga melempar pujian atas penampilan individu yang ditunjukkan oleh Alex Scott sepanjang laga.

"Performa tingkat atas," ucap Rose.

Sementara itu, gelandang Bournemouth, Alex Scott, menyayangkan kegagalan timnya mengamankan poin penuh di menit-menit akhir.

"Saya pikir kami pantas memenangkan pertandingan. Sebuah kesalahan di akhir pertandingan telah membuat kami kehilangan tiga poin. Kami memiliki peluang untuk menang dan tidak memanfaatkannya, jadi untuk saat ini kami menundukkan kepala dan fokus pada Newcastle minggu depan," kata Scott.

Scott memberikan apresiasi terhadap penampilan kiper Djordje Petrovic yang melakukan beberapa penyelamatan krusial.

"Dia melakukan beberapa penyelamatan bagus, satu dari sepak pojok sangat awal dan beberapa di babak kedua. Mungkin pertandingan yang seimbang tetapi kami adalah tim yang lebih baik pada hari itu dan mungkin pantas mendapatkan poin, tetapi mereka bertahan di sana dan mendapatkan gol mereka di akhir," ujar Scott.

Mengenai gol yang dicetaknya, Scott menjelaskan proses terciptanya peluang tersebut.

"Evanilson sangat bagus dalam berlari di belakang dan menguasai bola dan bagi saya sebagai pemain nomor delapan, saya ingin mencetak lebih banyak gol jadi melakukan dorongan ekstra untuk masuk ke papan skor itu penting. Semoga saya bisa mendapatkan beberapa lagi tahun ini," tutur Scott.

Ia juga membeberkan perbedaan gaya permainan di bawah arahan Marco Rose dibandingkan manajer sebelumnya, Andoni Iraola.

"Ini serupa, mungkin sedikit lebih banyak pola pada bola. Ini sepak bola tekanan tinggi, sepak bola yang menarik bagi para penggemar. Ini akan memakan waktu beberapa minggu untuk terbiasa. Kami sedang belajar, dia adalah manajer top dan dia juga memiliki staf kepelatihan top jadi kami sangat menikmati minggu-minggu dia ada di sini dan menantikan musim ini," ucap Scott.

Scott menyinggung hubungannya dengan para pendukung tim yang selalu memberikan dorongan moral.

"Merek luar biasa sejak saya di sini. Ini adalah basis penggemar yang hebat, klub keluarga sejati. Saya berutang banyak kepada mereka atas cara mereka memperlakukan saya ketika saya tidak ada di tim dan kembali ke dalam tim.

Memiliki musim yang baik tahun lalu. Mereka selalu bertahan dengan saya dan percaya pada saya jadi sangat menyenangkan merasakan dukungan itu hari ini," kata Scott.

Di sisi lain, Everton menghadapi situasi penuh ketidakpastian terkait rumor transfer pemain mudanya, Harrison Armstrong, yang dikabarkan diminati Nottingham Forest dengan nilai transfer mencapai 40 juta poundsterling.

Manajer Everton, David Moyes, memberikan tanggapannya mengenai spekulasi kepindahan pemain muda tersebut.

"Ini akan menjadi keputusan klub," ujar Moyes.

Moyes enggan berkomentar lebih jauh mengenai rumor yang beredar di media.

"Saya tidak ingin membicarakannya," tutur Moyes.

Pertandingan ini juga diwarnai oleh penampilan apik Jordan Pickford yang menggagalkan peluang emas dari Rayan dan Evanilson, serta tembakan Thierno Barry yang menyamping dari gawang Bournemouth.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed