Borneo FC Perkuat Skuad dan Bersiap Hadapi Kompetisi Asiatik 2026

Smallest Font
Largest Font

Borneo FC Samarinda merombak susunan tim secara besar-besaran dengan melepas 15 pemain serta jajaran pelatih lama demi mempersiapkan diri mengarungi kompetisi Super League 2026/2027 dan turnamen internasional AFC Challenge League 2026.

Di bawah kendali pelatih baru asal Portugal, Mauro Jeronimo, tim berjuluk Pesut Etam memboyong 31 pemain untuk menjalani pemusatan latihan di Yogyakarta hingga akhir Agustus 2026, setelah memetik kemenangan 1-0 atas Garudayaksa FC pada laga uji coba, Sabtu (22/8/2026).

Perombakan total dilakukan manajemen usai mengakhiri musim lalu di peringkat kedua, termasuk melepas kiper Nadeo Argawinata ke Persija Jakarta dan Mariano Peralta ke Persib Bandung, lalu mendatangkan deretan amunisi baru seperti Njabulo Blom dan Kadu Monteiro.

Gelandang anyar asal Afrika Selatan, Njabulo Blom, mengaku tidak menemui kendala berarti dalam proses penyesuaian karena sudah mengenal karakter kepelatihan Mauro Jeronimo saat membela klub Vietnam, Nam Dinh.

"Ya, saya merasa sangat baik dan saya menyukai orang-orang di sini dan pelatihannya. Sejauh ini semuanya berjalan dengan bagus," ujar Njabulo Blom, gelandang Borneo FC.

Pemain yang menduduki posisi lini tengah tersebut menekankan pentingnya membangun hubungan harmonis di luar sesi latihan formal demi memperkuat kerja sama tim.

"Tentu saja menghabiskan waktu bersama dengan tim, mengenal mereka di luar lapangan. Dan juga kita telah melakukan kegiatan outbound bersama tim, jadi ya itu sangat baik untuk membuat kita semakin kompak," ucap Njabulo Blom, gelandang Borneo FC.

Eks pemain Nam Dinh itu juga memaparkan arahan khusus yang diberikan oleh pelatih kepala guna memacu performa maksimal seluruh anggota tim.

"Saya mengenal pelatih dengan baik dan tahu apa yang diinginkannya di tiap pertandingan," kata Njabulo Blom, gelandang Borneo FC.

Ia menambahkan bahwa fondasi utama permainan tim terletak pada kerja keras seluruh elemen di dalam klub.

"Pelatih mengatakan bahwa kita harus bekerja keras. Kita harus mendorong kemampuan diri dan mencoba membantu tim dan menempatkan Borneo FC di akhir musim di posisi yang apik," tutur Njabulo Blom, gelandang Borneo FC.

Selain Blom, gelandang berkebangsaan Prancis, Kablan Davy N'Goma, turut memfokuskan perhatian pada proses integrasi fisik dan mental selama menjalani pemusatan latihan.

"Untuk TC ini, saya hanya ingin bekerja keras dan membangun hubungan dengan rekan-rekan setim saya. Itulah hal yang paling penting. Sisanya akan datang secara alami," kata Kablan Davy N'Goma, pemain Borneo FC.

Ia juga menyampaikan apresiasinya atas sambutan hangat yang diberikan oleh para pendukung klub Samarinda tersebut.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua penggemar atas sambutan dan dukungan mereka. Dan saya akan segera bertemu dengan Anda di stadion saat pertandingan nanti," ujar Kablan Davy N'Goma, pemain Borneo FC.

Di sisi lain, Pelatih Kepala Borneo FC Samarinda, Mauro Jeronimo, menegaskan bahwa timnya harus bersiap secara intensif menghadapi laga Grup D AFC Challenge League 2026 melawan One Taguig FC, Tainan City FC, serta pemenang kualifikasi.

"Menurut saya kita harus memainkan tiga pertandingan pertama. Terlepas dari lawannya, kita harus mempersiapkan diri dengan baik. Kami bermain di Samarinda, jadi kami harus bermain di depan para penggemar kami, dan kami sangat termotivasi untuk memainkan pertandingan internasional ini," kata Mauro Jeronimo, Pelatih Kepala Borneo FC Samarinda.

Jeronimo enggan meremehkan lawan-lawan yang akan dihadapi di Stadion Segiri pada 18-24 Oktober 2026 mendatang.

"Saya tidak ingin mengomentari lawan-lawannya karena saya tidak mengenal mereka. Saya harus mempelajarinya terlebih dahulu untuk memberikan pendapat. Namun saya yakin dalam sepak bola tidak ada pertandingan yang mudah. Kita harus rendah hati, kita harus bekerja keras agar bisa tampil baik dalam pertandingan tersebut," tutur Mauro Jeronimo, Pelatih Kepala Borneo FC Samarinda.

Jeronimo menilai kehadiran suporter di kandang sendiri bakal menambah amunisi semangat bertanding bagi anak asuhnya.

"Faktanya kita bermain di rumah. Kami berharap dapat bermain dengan 12 pemain. Jumlahnya 11, ditambah dengan jumlah penggemar.

Dan saya pikir ini akan memberi kita kekuatan besar untuk permainan dan daya maksimum. Dan bersama para penggemar kami, baik di saat-saat baik maupun buruk, seperti yang selalu saya katakan, kita akan selalu lebih kuat," kata Mauro Jeronimo, Pelatih Kepala Borneo FC Samarinda.

Sementara itu dari pihak lawan uji coba, pelatih Garudayaksa FC Milos Joksic memberikan evaluasi terkait kekalahan 0-1 timnya akibat dampak perjalanan darat dua setengah jam menuju lokasi laga.

"Uji coba yang bagus. Di babak pertama, permainan kami kurang maksimal karena perjalanan yang cukup jauh. Kami menempuh perjalanan dua setengah jam dan harus langsung melakukan pemanasan begitu turun dari bus sehingga para pemain merasa sangat kelelahan," ujar Milos Joksic, pelatih Garudayaksa FC.

Ia menyebut faktor fisik tekor membuat koordinasi permainan babak pertama tidak berjalan sesuai rencana.

"Jadi, penampilan kami di babak pertama memang kurang oke," kata Milos Joksic, pelatih Garudayaksa FC.

Kendati demikian, Joksic mencatat adanya perbaikan performa skuadnya saat memasuki babak kedua.

"Ada sedikit perubahan dan di babak kedua kami bermain jauh lebih baik, meskipun akhirnya kalah 1-0. Kami menciptakan banyak peluang dan penguasaan bola kami juga bagus," kata Milos Joksic, pelatih Garudayaksa FC.

Mantan arsitek Uthai Thani itu menilai masih ada beberapa detail taktik yang perlu dipoles lebih lanjut.

"Ada beberapa situasi, bukan banyak, tapi ada beberapa di mana secara taktis kami harus lebih baik lagi. Namun secara keseluruhan, ini adalah uji coba yang bagus," ujar Milos Joksic, pelatih Garudayaksa FC.

Ia menganggap Garudayaksa FC sejatinya berpeluang mengamankan hasil yang lebih menguntungkan.

"Satu-satunya hal yang membuat saya kurang puas adalah hasilnya, karena kami sebenarnya layak mendapatkan hasil lebih baik dari pertandingan ini. Tapi tidak masalah," kata Milos Joksic, pelatih Garudayaksa FC.

Milos memanfaatkan ajang pengetesan ini untuk menganalisis kedalaman serta kapasitas posisi setiap pemain.

"Laga persahabatan ini saya manfaatkan untuk memantau seluruh pemain dan melihat siapa yang bisa bermain di posisi tertentu," kata Milos Joksic, pelatih Garudayaksa FC.

Ia meyakini kekuatan tim akan meningkat seiring dengan hadirnya amunisi asing tambahan.

"Kami memang memiliki kendala di beberapa posisi, namun tak lama lagi pemain asing baru akan bergabung dan pemain yang sempat cedera akan kembali bermain," kata Milos Joksic, pelatih Garudayaksa FC.

Pelatih Serbia itu menyimpulkan bahwa proses perkembangan anak asuhnya sudah berada pada jalur yang benar.

"Saya yakin tim kami akan menjadi kuat. Untuk saat ini, performa kami tidaklah buruk," kata Milos Joksic, pelatih Garudayaksa FC.

Borneo FC juga dijadwalkan melakoni laga pembuka Super League 2026/2027 melawan Persija Jakarta serta menjamu Madura United pada Rabu (26/8/2026) pukul 15.00 WIB di Stadion Segiri, Samarinda.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed