Bentrokan Maut di Menteng Picu Satu Korban Jiwa dan Luka-Luka

Smallest Font
Largest Font

Bentrokan antara warga dengan sekelompok orang terjadi di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat pada Minggu pagi dan menewaskan satu orang serta menyebabkan beberapa luka-luka.

Keributan itu diduga bermula dari cekcok soal pelayanan saat membeli sarapan nasi uduk di Jalan Matraman Dalam, yang kemudian merembet ke bentrokan fisik di Jalan Tambak.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan bahwa keributan bermula saat seseorang merasa tidak dilayani dengan baik saat membeli sarapan, lalu menggeber motor dan pergi. Kelompok tersebut kemudian kembali dengan membawa orang lain dan merusak gerobak nasi uduk.

"Kemudian datang lagi dengan membawa teman-temannya merusak gerobak penjual nasi uduk atau sarapan tersebut," ujar Roby.

Warga sekitar yang geram atas perusakan itu membalas dengan menyerang kelompok tersebut hingga bentrokan terjadi di Jalan Tambak.

"Kemudian dari kejadian perusakan tempat penjualan itu, dibalas oleh warga sekitar menyerang tempat dari kelompok tersebut, nah sehingga terjadilah keributan tersebut," tambah Roby.

Seorang warga yang menyaksikan, Yafa, menyebut bentrokan berawal dari seseorang yang membeli nasi uduk tapi tidak membayar dan kabur, kemudian gerobak nasi uduk dirusak oleh kelompok itu.

"Orang Ambon kayak beli nasi uduk tapi nggak bayar, kabur. Terus sama anak dalem neriakin, dia nyelonong aja, gitu. Terus dia ke sini lagi nggak seneng, ditebalikin (gerobak nasi uduk) udeh," kata Yafa.

Polisi mengamankan tiga orang yang diduga terlibat penganiayaan yang menyebabkan satu korban tewas, serta memeriksa sekitar 15 orang lain untuk penyelidikan lebih lanjut.

Kepala Polres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold Hutagalung menyampaikan bahwa bentrokan diduga dipicu oleh aksi menggeber motor yang membuat warga marah dan menegur. Teguran itu tidak diterima hingga memicu keributan yang berujung perusakan dan penganiayaan.

"Ada dua orang yang menggunakan kendaraan bermotor melewati jualan nasi uduk yang gerobaknya terdampak dirusak, itu karena menggeber-geber motornya. Sehingga knalpot tersebut membuat kebisingan, ditegur tidak terima," ujar Reynold.

Advokat kelompok etnis Ambon, Nefton Alfares, membantah narasi di media sosial yang menyebut kelompoknya tidak membayar nasi uduk dan merusak masjid. Ia menyatakan kelompoknya tidak membeli nasi uduk dan peristiwa itu hanya kebetulan terjadi di depan masjid.

"Kami sampaikan bahwa isu itu tidak benar. Yang benar adalah peristiwanya kebetulan terjadi di depan masjid," ujar Nefton.

Polisi juga menemukan puing-puing bangunan dan kendaraan terbakar serta jejak darah di lokasi bentrokan. Namun, belum ditemukan senjata tajam di TKP.

Personel Brimob dan TNI masih berjaga untuk mencegah bentrokan susulan di lokasi.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed