BEI Suspensi Saham DOOH Setelah Harga Melonjak 132 Persen

Smallest Font
Largest Font

Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) mulai Kamis, 6 Agustus 2026, menyusul kenaikan harga saham yang signifikan dalam sebulan terakhir di pasar reguler dan pasar tunai.

Saham DOOH mengalami lonjakan harga kumulatif sebesar 132,2 persen selama sebulan terakhir, mencapai Rp 274 per saham, meskipun harga saham tersebut turun 6,16 persen sepanjang tahun berjalan. Kapitalisasi pasar DOOH saat ini mencapai Rp 2,12 triliun.

Manajemen BEI menyatakan langkah penghentian sementara ini sebagai bentuk perlindungan bagi investor sekaligus memberikan waktu bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan keputusan investasi berdasarkan informasi yang tersedia.

"Para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan," tulis manajemen BEI dalam pengumuman resminya.

Selain DOOH, BEI juga membuka kembali perdagangan saham PT Intermedia Capital Tbk (MDIA), PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA), dan PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK) mulai sesi I pada 6 Agustus 2026 setelah sebelumnya saham-saham tersebut mengalami penghentian sementara.

Saham MDIA melonjak 213 persen dalam sebulan terakhir dan 127 persen sepanjang 2026, sedangkan saham TGUK mengalami kenaikan lebih dari 174 persen sebelum suspensi dicabut. Saham ALKA melonjak 371 persen sepanjang tahun berjalan sebelum dibuka kembali.

Direktur Utama PT Platinum Wahab Nusantara Tbk, Agus Suhada, menyambut baik pembukaan kembali perdagangan saham TGUK dan menegaskan fokus perusahaan tetap pada pengembangan usaha dan peningkatan kinerja.

"Kami menghormati keputusan Bursa dan mengapresiasi proses yang telah berjalan. Ke depan, fokus Perseroan adalah menjalankan strategi bisnis secara konsisten, memperkuat fundamental usaha, serta terus menciptakan nilai tambah bagi para pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan," ujar Agus.

Agus menambahkan bahwa kinerja positif TGUK pada semester I 2026, dengan penjualan Rp 327,35 miliar dan laba bersih Rp 2,5 miliar, menjadi modal untuk melanjutkan transformasi bisnis dan memperkuat jaringan distribusi guna mendukung pertumbuhan berkelanjutan.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed