Bank Woori Saudara Fokus Dorong Kredit Modal Kerja dan Konsumsi di Tengah Bunga Tinggi
PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (BWS) mengandalkan kredit modal kerja dan kredit konsumsi sebagai motor utama pertumbuhan pembiayaan di tengah kondisi suku bunga yang masih relatif tinggi, dilansir dari Investor Daily.
Hingga Juni 2026, kredit modal kerja mencapai sekitar Rp 20,8 triliun, sedangkan kredit konsumsi berada di kisaran Rp 17 triliun. Total kedua jenis kredit ini hampir mencapai Rp 37,8 triliun atau sekitar 96% dari total portofolio kredit bank tersebut.
Strategi ini menunjukkan fokus BWS pada pembiayaan kebutuhan operasional dunia usaha dan konsumsi masyarakat, dibandingkan dengan ekspansi agresif pada kredit investasi yang tercatat sebesar Rp 1,8 triliun.
Kredit modal kerja menjadi kontributor utama dengan outstanding Rp 20,8 triliun. Kredit ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional nasabah dalam satu siklus usaha, termasuk pembiayaan persediaan dan piutang.
Besarnya porsi kredit modal kerja membuat pertumbuhan segmen tersebut sangat terkait dengan aktivitas sektor riil. Ketika kegiatan usaha meningkat, kebutuhan pembiayaan untuk menjaga perputaran operasional dan likuiditas juga naik.
Kredit konsumsi sebesar Rp 17 triliun menjadi penopang kedua dalam portofolio BWS. Segmen ini juga memperluas basis pembiayaan dan memberikan sumber pendapatan yang lebih terdiversifikasi.
Namun, strategi ini menghadapi tantangan dari biaya dana yang masih tinggi. Bank perlu menjaga keseimbangan antara ekspansi kredit, kualitas aset, kemampuan debitur membayar, dan margin bunga.
Analis Phintraco Sekuritas Aditya Prayoga mengatakan, "Dalam lingkungan suku bunga yang masih tinggi, fokus pada segmen kredit dengan kebutuhan pembiayaan yang relatif berkelanjutan dapat membantu bank menjaga pertumbuhan. Namun, disiplin dalam pricing dan kualitas aset tetap menjadi kunci agar ekspansi kredit dapat menghasilkan pertumbuhan yang sehat."
Menurut Aditya, kredit modal kerja menarik karena kebutuhan pembiayaannya mengikuti siklus operasional nasabah. Sedangkan kredit konsumsi memberikan basis pendapatan yang relatif terdiversifikasi selama kualitas underwriting dan profil risiko debitur terjaga.
Bagi BWS, kombinasi kedua segmen ini penting untuk menjaga momentum pertumbuhan kredit di tengah biaya dana yang tinggi. Meski peluang ekspansi terbuka, kualitas aset harus tetap diperhatikan agar tidak terjadi peningkatan kredit bermasalah yang membebani laba.
Aditya menambahkan, "Keberhasilan ekspansi tidak hanya diukur dari besarnya outstanding kredit, tetapi juga kemampuan bank mempertahankan kualitas aset dan menyesuaikan pricing dengan perubahan biaya dana."
Dengan portofolio yang didominasi kredit modal kerja dan konsumsi, BWS memiliki basis pembiayaan yang jelas untuk melanjutkan ekspansi pada sisa 2026. Namun, arah suku bunga dan kondisi makroekonomi menjadi faktor penentu kecepatan penyaluran kredit.
Strategi BWS akan diuji oleh kemampuan mempertahankan pertumbuhan kredit tanpa mengorbankan kualitas aset dan margin, sehingga dominasi kredit modal kerja dan konsumsi berpotensi menjadi kekuatan pertumbuhan bisnis perseroan ke depan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow