Bank Permata Salurkan Kredit Rp171,2 Triliun pada Semester I 2026
PT Bank Permata Tbk (BNLI) membukukan penyaluran kredit sebesar Rp171,2 triliun pada semester I-2026, tumbuh 5,3 persen secara tahunan di tengah dinamika pasar keuangan domestik dan geopolitik global, sebagaimana dilansir dari Investor Daily pada Kamis (30/7/2026).
Pertumbuhan penyaluran pinjaman tersebut didorong oleh segmen korporasi yang naik 9,7 persen menjadi Rp106,4 triliun dan segmen komersial sebesar Rp21,9 triliun. Pembiayaan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) juga mencatatkan kenaikan 11,8 persen menjadi Rp7 triliun.
Kinerja penyaluran kredit yang prudent didukung pengimpunan dana murah (CASA) dengan rasio terhadap total dana pihak ketiga sebesar 57,9 persen. Dari sisi profitabilitas, perolehan laba bersih perseroan tercatat meningkat 4,88 persen menjadi Rp1,72 triliun.
Meskipun pendapatan bunga perseroan menyusut 9,54 persen menjadi Rp7,77 triliun, beban bunga berhasil ditekan turun 16,95 persen menjadi Rp2,94 triliun. Kondisi tersebut menghasilkan pendapatan bunga bersih (NII) sebesar Rp4,83 triliun.
Dalam upaya memperkuat penetrasi pasar, perseroan terus memaksimalkan sinergi dengan Bangkok Bank Group selaku pemegang saham pengendali guna mengoptimalkan peluang nasabah baru dan rekomendasi bisnis strategis.
"Kinerja semester I-2026 bukan hanya mencerminkan hasil kinerja yang sehat, tetapi juga menunjukkan kepercayaan dari nasabah, serta kemampuan untuk terus beradaptasi di tengah perubahan yang berlangsung cepat," ungkap Direktur Utama Permata Bank Meliza M. Rusli.
Perseroan juga terus berfokus mendampingi sektor usaha maupun kebutuhan individu dalam menghadapi pergerakan kondisi perekonomian yang kian kompleks.
"Kami mendampingi nasabah sebagai mitra finansial terpercaya dengan membangun hubungan yang kuat lintas generasi dan hadir sepanjang perjalanan finansial mereka, baik sebagai individu, keluarga, maupun pelaku usaha," sambung Meliza.
Pengelolaan likuiditas perseroan terjaga dengan loan to deposit ratio (LDR) di level 90,3 persen pada akhir Juni 2026. Sementara itu, liquidity coverage ratio (LCR) rata-rata triwulanan berada pada level 333,4 persen dan net stable funding ratio (NSFR) sebesar 124,0 persen.
Kualitas aset perseroan berada pada kondisi stabil dengan rasio NPL gross 2,1 persen dan loan at risk (LAR) 5,9 persen. Pencadangan risiko kredit dijaga konservatif melalui NPL coverage 367,5 persen serta LAR coverage 128,8 persen.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow