Bank of Baroda Investigasi Dugaan Kebocoran Data Nasabah
Bank of Baroda mengonfirmasi penyelidikan atas insiden keamanan siber setelah menerima pemberitahuan anonim terkait akses ilegal terhadap data nasabah pada 27 Juli 2026. Bank milik pemerintah India tersebut memastikan sistem perbankan utamanya tetap aman. Hasil temuan awal menunjukkan bahwa kebocoran data teridentifikasi akibat peretasan akun email milik seorang karyawan.
Otoritas bank menegaskan insiden ini tidak berdampak material terhadap operasional, kinerja keuangan, maupun keberlangsungan bisnis perusahaan. Sebagai langkah penanganan, Bank of Baroda langsung mengaktifkan protokol penanganan insiden siber dan menunjuk lembaga eksternal yang terakreditasi CERT-In untuk melakukan investigasi forensik independen. Bank juga mengajukan pemberitahuan klaim asuransi siber senilai Rp7,5 miliar Rupee atau sekitar 78 juta Dolar AS kepada National Insurance.
Data yang diduga bocor mencapai hampir satu terabita dan sempat diunggah di situs dark web oleh kelompok peretas bernama TripleX sejak 24 Juli 2026. File yang terpapar mencakup dokumen identitas seperti nomor Aadhaar, foto nasabah, formulir pembukaan rekening tabungan dan giro, serta berkas pinjaman dan audit internal.
Pakar keamanan siber mencatat bahwa risiko utama dari insiden ini adalah kejahatan identitas dan penipuan berbasis rekayasa sosial, bukan penyedotan dana secara langsung dari rekening nasabah. Transaksi keuangan tetap memerlukan kata sandi, PIN, dan kode OTP yang tidak tersimpan dalam basis data yang tersebar. Dampak dari peristiwa ini memicu reaksi di industri keuangan India. Canara Bank, bank BUMN terbesar keempat di India, langsung merespons dengan mengalokasikan anggaran teknologi informasi dan keamanan siber lebih dari Rp2000 crore Rupee untuk meninjau ulang arsitektur sistem keamanan mereka.
Sesuai regulasi di India, lembaga keuangan diwajibkan melaporkan insiden siber kepada Badan Tanggap Darurat Komputer (CERT-In) dalam batas waktu enam jam setelah ditemukan. Bank of Baroda hingga kini masih melanjutkan investigasi forensik untuk menentukan cakupan penuh dari kebocoran data tersebut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow