Bangladesh Berpeluang Gantikan India di FIFA ASEAN Cup 2026

Smallest Font
Largest Font

Federasi Sepak Bola Bangladesh (BFF) memulai pembicaraan resmi dengan FIFA untuk menggantikan posisi Tim Pria India di Grup A ajang FIFA ASEAN Cup 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta dan Bandung pada 24 September hingga 4 Oktober mendatang.

Langkah ini diambil setelah Federasi Sepak Bola Seluruh India (AIFF) mengonfirmasi pengunduran diri dari turnamen. India memilih memprioritaskan pertandingan persahabatan melawan Brasil di Kolkata pada 3 Oktober 2026, yang jadwalnya berbenturan langsung dengan agenda kompetisi antarnegara Asia Tenggara tersebut.

Presiden AIFF Kalyan Chaubey menyampaikan bahwa jadwal laga persahabatan tersebut menjadi alasan utama keputusan pengunduran diri timnya.

"Kami tidak dapat berpartisipasi dalam FIFA ASEAN Cup karena komitmen kami dengan federasi sepak bola Brasil," ujar Presiden AIFF, Kalyan Chaubey.

Kalyan Chaubey menegaskan bahwa koordinasi dengan pihak FIFA telah dilakukan guna menjelaskan alasan pembatalan keikutsertaan skuad India.

"Kami telah memberi tahu FIFA, dan para pejabat terkait memahami alasan mengapa kami terpaksa mengambil keputusan ini," jelas Chaubey.

Pihak AIFF juga menambahkan bahwa keterbatasan jadwal pertandingan pada jeda internasional menjadi kendala teknis tambahan bagi timnas mereka.

"Ada kendala teknis juga karena hanya empat pertandingan yang bisa dimainkan selama jeda internasional. Kami telah menginformasikan hal ini kepada FIFA dan para pejabat terkait sudah memahami alasan kami terpaksa mengambil keputusan ini," demikian pernyataan AIFF.

Federasi India menilai laga kontra Brasil memberikan dampak positif yang sangat besar bagi perkembangan olahraga sepak bola di negara tersebut.

"Menghadapi Brasil mungkin adalah kesempatan sekali seumur hidup bagi para pemain India. Ini adalah sesuatu yang dapat mempromosikan olahraga ini di seluruh negara kami," lanjut pernyataan AIFF.

Kekosongan satu tempat di Grup A membuat BFF merespons cepat panggilan darurat dari kepemimpinan federasi pada Jumat, 14 Agustus 2026, untuk menentukan sikap.

Wakil Presiden BFF Fahad Karim membeberkan bahwa proses komunikasi dengan FIFA sudah berjalan secara intensif mengenai kesiapan timnya.

"FIFA ingin mengetahui rencana kami untuk jendela transfer September dan apakah kami siap bermain di Piala ASEAN," kata Karim.

Fahad Karim menegaskan bahwa rencana persiapan tim telah dikirimkan ke FIFA sembari menunggu keputusan formal.

"Kami telah merinci rencana kami kepada FIFA. Diskusi mengenai keikutsertaan di Piala ASEAN telah dimulai," tutur Karim.

Tahapan persiapan secara internal pun sudah berjalan paralel dengan proses birokrasi di FIFA.

"Kami sekarang secara resmi menunggu keputusan FIFA. Namun, kami telah memulai persiapan untuk berpartisipasi dalam turnamen ini," sambungnya.

Anggota Komite Pengembangan BFF Sayeed Hassan Kanan menjelaskan kronologi munculnya peluang tersebut usai menerima panggilan mendadak dari pimpinan federasi.

"Begitu undangan tiba hari ini (Jumat), presiden kami tiba-tiba menelepon dalam keadaan darurat," kata Kanan.

Sayeed Hassan Kanan mengungkapkan ada dua opsi awal yang dipertimbangkan sebelum akhirnya memilih fokus pada turnamen resmi FIFA tersebut.

"Beliau memberi tahu kami bahwa ada peluang yang muncul karena India menarik diri dari turnamen. Kami memiliki dua pilihan: pertama, menyelenggarakan turnamen empat negara di Dhaka, dan kedua, bermain di Piala ASEAN," tutur Kanan.

Keputusan kolektif akhirnya diambil untuk mengambil bagian dalam ajang FIFA ASEAN Cup 2026.

"Ketika presiden meminta kami, kami semua sepakat untuk bermain di Piala ASEAN," tambah Kanan.

Faktor efisiensi anggaran dan akomodasi dari penyelenggara menjadi salah satu pertimbangan utama tim berjuluk Bengal Tigers ini.

"Karena kami tidak mengeluarkan biaya apa pun di sana—tiket pesawat, biaya hotel ditanggung, dan kami bahkan mungkin mendapatkan beberapa dana—biaya di sini benar-benar nol. Lebih jauh lagi, bermain di Piala ASEAN berarti berpartisipasi dalam turnamen FIFA, yang meningkatkan hubungan dan keterlibatan kami dengan FIFA," jelas Kanan.

Kualitas lawan di kawasan Asia Tenggara juga menjadi alasan mendasar Bangladesh ingin bergabung di turnamen ini.

"Kami memberikan lebih banyak prioritas pada hal itu. Kami tidak lagi berpikir di tingkat lokal. Untuk meningkatkan performa tim kami, kami harus bermain di Piala ASEAN. Semua orang memberikan persetujuan mereka untuk berpartisipasi dalam turnamen ini," tambahnya.

Legenda tim nasional Bangladesh yang juga Anggota Komite Sepak Bola Bangladesh, Sayed Hasan Kanon, menguatkan keuntungan finansial yang diperoleh skuadnya.

"Keikutsertaan Bangladesh pada FIFA ASEAN Cup 2026 membuat kami akan menerima uang partisipasi, sementara tuan rumah menyediakan akomodasi dan tiket pesawat," kata Sayed Hasan Kanon.

Sayed Hasan Kanon menilai opsi tampil di Indonesia jauh lebih menguntungkan dibanding membuat turnamen mandiri.

"Jadi, ini menjadi pilihan yang baik bagi kami dibandingkan menggelar turnamen empat negara di Dhaka," ujar legenda tim nasional Bangladesh tersebut.

Di sisi lain, pengunduran diri India sempat memicu kekhawatiran dari Asosiasi Sepak Bola Singapura (FAS) terkait peta persaingan di Grup A, seperti dilaporkan Straits Times.

Media Straits Times menyoroti potensi penurunan kualitas uji coba bagi skuad Singapura menjelang persiapan Piala Asia 2027.

"Meskipun Singapura merupakan tim dengan peringkat terendah di Grup A, timbul kekhawatiran bahwa FIFA ASEAN Cup mungkin tidak akan memberikan ujian yang memadai bagi skuad The Lions menjelang Piala Asia, serta berpotensi gagal menjadi kompetisi bergengsi seperti yang direncanakan semula," tulis laporan Straits Times.

Meski demikian, status turnamen yang masuk dalam kalender resmi FIFA dinilai memberikan keuntungan bagi pemanggilan pemain terbaik.

"Satu faktor pelipur lara adalah tim-tim peserta dapat memanggil pemain-pemain terbaik mereka dari klub masing-masing karena kompetisi ini diselenggarakan dalam jeda internasional resmi FIFA," lanjut laporan tersebut.

Wakil Presiden FAS Desmond Ong menegaskan komitmen Singapura untuk tetap tampil maksimal dalam kompetisi ini.

"Masih terlalu dini untuk berkomentar karena saya yakin pihak penyelenggara ingin memulai turnamen perdana ini dengan cara terbaik. Setelah berkomitmen pada turnamen ini, kami ingin memanfaatkannya sebaik mungkin sebagai bagian dari persiapan berkelanjutan kami menuju Piala Asia," kata Desmond Ong.

Selain Bangladesh, beberapa media seperti Zing News, Vietnam.vn, dan BDfootballlive melaporkan sejumlah negara lain yang sempat diisukan menjadi kandidat pengganti, antara lain Yordania, Suriah, Kirgistan, Lebanon, hingga Sri Lanka. Jika Bangladesh resmi ditunjuk FIFA, tim peringkat 181 dunia yang diperkuat Hamza Choudhury ini akan tergabung di Grup A bersama Indonesia, Malaysia, dan Singapura, dengan seluruh laga grup berpusat di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed