Bangkai Pesawat Clipper Endeavor Ditemukan di Kedalaman 600 Meter di Puerto Rico
Bangkai pesawat Pan American Airways (PAA) Clipper Endeavor ditemukan di kedalaman sekitar 600 meter di perairan lepas Puerto Rico setelah 74 tahun hilang, menurut laporan pada Juli 2026.
Pesawat Douglas DC-4 ini jatuh pada 11 April 1952 saat menuju New York dari San Juan, membawa 64 penumpang dan lima awak. Kecelakaan tersebut menyebabkan 52 orang meninggal, yang menjadi pemicu prosedur keselamatan penumpang baru di seluruh dunia.
Clipper Endeavor terbelah dua dan ditemukan menggunakan sonar resolusi tinggi pada awal Juni 2026 oleh tim gabungan Air/Sea Heritage Foundation, Deep Sea Vision, dan Discovery Channel.
Dalam kecelakaan itu, pesawat kehilangan beberapa mesin dan terpaksa mendarat di laut, menyebabkan bagian ekor terputus. Semua penumpang selamat saat jatuh, namun tanpa pengarahan keselamatan sebelum terbang dan prosedur evakuasi yang terkoordinasi, kebingungan dan kendala bahasa menyebabkan sebagian besar penumpang tenggelam ketika pesawat cepat tenggelam.
Tim penyelidik mencatat bahwa penyebab utama kematian adalah tenggelam karena banyak penumpang menolak keluar dari pesawat dan tetap terikat sabuk pengaman mereka, serta ketakutan terhadap hiu di laut.
"Saya pertama kali mengetahui tentang Clipper Endeavor saat meneliti kecelakaan Pan Am yang lain dan terkejut cerita penting ini hampir terlupakan," kata Russ Matthews, sejarawan maritim dan penerbangan yang memimpin ekspedisi penemuan.
Matthews dan timnya menggunakan arsip resmi Puerto Rico, termasuk kesaksian korban selamat dan peta dari pilot Angkatan Udara AS yang menyaksikan kecelakaan, untuk memandu pencarian bawah laut.
"Setiap kali Anda naik pesawat hari ini, Anda lebih aman karena apa yang terjadi pada Clipper Endeavor dan penumpangnya tiga perempat abad lalu," ujar Josh Gates, presenter Discovery Channel yang ikut dalam pencarian.
Tim ASHF telah berkomunikasi dengan pemerintah Puerto Rico mengenai perlindungan lokasi bangkai dan kemungkinan pembuatan monumen untuk mengenang korban. Mereka juga menghubungi keluarga korban dan dua penyintas yang masih hidup.
Penemuan ini akan ditayangkan di acara Expedition Unknown di Discovery Channel pada akhir tahun 2026.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow