Australia Hadapi Tekanan Usai Kekalahan Memalukan dari Bangladesh di Darwin

Smallest Font
Largest Font

Australia menghadapi tekanan besar setelah mengalami kekalahan sembilan wicket dari Bangladesh dalam pertandingan Test di Darwin, yang menimbulkan pertanyaan serius tentang performa dan masa depan tim.

Kekalahan ini terjadi saat Australia yang berada di peringkat teratas dunia menghadapi Bangladesh yang berada di peringkat sembilan, dan hasil ini dianggap sebagai salah satu kekalahan paling memalukan dalam sejarah 150 tahun kriket Australia, menurut rediff.com.

Pelatih kepala Australia, Andrew McDonald, mengakui bahwa performa pemain seperti Marnus Labuschagne dan Jake Weatherald mendapat sorotan tajam setelah mereka gagal tampil maksimal, dengan Labuschagne mencetak 1 dan 31 dalam pertandingan tersebut dan memperpanjang periode tanpa mencetak abadnya menjadi 42 inning.

"Kita menginginkan angka yang besar," ujar McDonald. "Dia mendapatkan 31 di inning kedua dan sampai saat itu dia terlihat bagus. Namun, pada akhirnya itu hanya 31. Dia kekurangan run dan kami semua merasakannya."

McDonald juga membela spinner senior Nathan Lyon yang hanya mendapatkan angka 1/125, di mana lawannya, spinner Bangladesh Mehidy Hasan Miraz, berhasil mencetak 5/66 dan memegang peranan penting dalam kemenangan Bangladesh.

"Mereka memainkannya dengan sangat baik. Keseluruhan unit batting mereka sangat sabar dan disiplin," ujar McDonald. "Sangat sulit menilai satu pertandingan sebagai gambaran keseluruhan performa."

Kapten tim Australia, Pat Cummins, menekankan bahwa kekalahan tidak hanya terjadi pada hari pertama ketika batting Australia hanya menghasilkan 198 run, tetapi sepanjang pertandingan, menunjukkan masalah menyeluruh dalam tim.

Weatherald yang mencetak 23 dan 0 di pertandingan tersebut kini memiliki rata-rata 20,36 setelah 12 inning, sementara Labuschagne berjuang mempertahankan posisi vitalnya di tim dengan performa yang menurun dalam beberapa tahun terakhir.

McDonald mengakui adanya tekanan publik untuk melakukan perubahan pada tim, namun menegaskan bahwa keputusan tersebut harus dipertimbangkan matang-matang.

"Pilihan mudah adalah meminta perubahan," ujar McDonald. "Banyak orang meminta perubahan meski kami sedang menang, jadi mereka berhak untuk itu."

Dengan pertandingan Test kedua melawan Bangladesh yang akan berlangsung di Mackay, Queensland, pada 22 Agustus, Australia diharapkan dapat memperbaiki performanya dan menghindari tekanan lebih lanjut menjelang tur tiga Test ke Afrika Selatan yang akan datang.

Opsi penggantian pemain terbatas karena tidak ada kompetisi domestik yang sedang berlangsung, dengan Josh Inglis menjadi satu-satunya pemain cadangan dalam skuad 13 orang, meskipun pengalaman dan posisi idealnya di batting line-up masih dipertanyakan.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed