AS Terapkan Perang Ekonomi Isolasi Jalur Dagang Iran
Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan peluncuran operasi perang ekonomi untuk mengisolasi Iran dari perekonomian global pada Selasa, 25 Agustus 2026. Langkah tegas ini diambil melalui ancaman sanksi sekunder bagi negara maupun entitas yang memfasilitasi perdagangan dengan Teheran, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.
Penerapan strategi tekanan maksimal tersebut bertujuan memutus pasokan dana vital yang menyokong perekonomian Iran di tengah konfrontasi kawasan. Kebijakan ini berpotensi memicu ketegangan diplomatik karena menargetkan jaringan perdagangan minyak, energi, hingga transaksi perbankan mitra utama Iran.
China menjadi salah satu mitra yang paling berisiko karena menyerap sekitar 90 persen total ekspor minyak Iran melalui kilang independen di luar sistem dolar AS. Meskipun menentang sanksi secara terbuka, bank dan perusahaan minyak milik negara China diperkirakan bakal meningkatkan kepatuhan guna menjaga akses ke pasar finansial AS.
Selain China, Uni Emirat Arab berisiko terdampak mengingat perannya sebagai pusat transit dan keuangan utama Teheran. Pasokan energi di kawasan juga terancam mengingat Turki bergantung pada gas alam Iran, sementara Irak menggantungkan lebih dari 30 persen kebutuhan listrik dan gasnya pada negara tersebut. Di sisi lain, kilang-kilang di India berisiko menghadapi sanksi keras jika melanjutkan impor minyak dari Iran.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow