Arab Saudi dan Prancis Sepakati Empat Kerja Sama Strategis di Paris

Smallest Font
Largest Font

Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, bertemu dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Elysee, Paris, pada Senin (24/8) untuk menandatangani empat dokumen kesepakatan kerja sama strategis. Pertemuan bilateral tersebut dilanjutkan dengan memimpin pertemuan pertama Dewan Kemitraan Strategis antara Arab Saudi dan Prancis guna meninjau hubungan kedua negara serta mendiskusikan stabilitas kawasan Timur Tengah. Kesepakatan pertama mencakup kerja sama bidang budaya, lingkungan, pariwisata, sumber daya manusia, ekonomi, dan pelestarian warisan budaya di AlUla yang ditandatangani Menteri Kebudayaan Pangeran Bader bin Abdullah bin Farhan bersama Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot.

Dokumen kedua mengenai sektor pertahanan ditandatangani Asisten Menteri Pertahanan Khaled bin Hussein Al-Biyari dan Menteri Angkatan Bersenjata Prancis Catherine Vautrin.

Selain itu, Direktur Pelaksana Qiddiya Investment Company Abdullah bin Nasser Al-Dawood dan Menteri Ekonomi Prancis Roland Lescure menandatangani nota kesepahaman pengembangan kawasan hiburan multifungsi bertaraf internasional. Kesepakatan keempat berfokus pada teknologi dan kecerdasan buatan untuk pengembangan kapasitas sumber daya manusia, yang ditandatangani Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan bin Abdullah bersama Roland Lescure.

Dalam forum investasi pendamping, Menteri Investasi Arab Saudi Fahad bin Abduljalil Al-Saif mengungkapkan stok investasi asing langsung Prancis di Arab Saudi mencapai 16,3 miliar euro pada 2024, dengan pemegang izin investasi melebihi 650 lisensi di 18 sektor. Al-Saif juga memaparkan bahwa arus masuk investasi asing langsung pada kuartal pertama 2026 mencapai sekitar 6,1 miliar euro, naik 2,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Di luar penguatan ekonomi, kedua pemimpin membahas rencana pengembangan rute perdagangan alternatif selain Selat Hormuz melalui pelabuhan Oman, perluasan jaringan pipa, serta kerja sama sektor kesehatan, transportasi, energi, dan ajang esports. Kedua pihak turut menerbitkan pernyataan bersama yang menegaskan dukungan terhadap pembentukan Negara Palestina merdeka berdasarkan perbatasan 1967, mendesak gencatan senjata di Gaza, serta meminta penarikan penuh pasukan Israel dari Lebanon sesuai Resolusi DK PBB 1701.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed