Antrean Pertalite Mengular di SPBU Solo Usai Kenaikan Harga Pertamax
Antrean panjang kendaraan konsumen Pertalite masih mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kota Surakarta, Jawa Tengah, pada Kamis (30/7/2026). Penumpukan kendaraan ini terjadi menyusul selisih harga yang cukup signifikan antara Pertalite dan Pertamax.
Kenaikan harga BBM jenis Pertamax sejak 10 Juni 2026 lalu menempatkan harganya di level Rp16.250 per liter, sementara Pertalite tetap dijual sebesar Rp10.000 per liter. Perbedaan harga sebesar Rp6.250 per liter ini mendorong mayoritas pengendara tetap bertahan di jalur antrean Pertalite.
Seorang petugas SPBU di kawasan Laweyan, Surakarta, mengonfirmasi keberadaan antrean panjang warga yang berburu Pertalite di lokasi tempatnya bekerja.
"Masih banyak yang rela antre Pertalite," ujar petugas SPBU Laweyan, Surakarta.
Meskipun konsumen Pertalite mendominasi, lajur pengisian Pertamax tetap terisi pembeli pada jam-jam sibuk. Kehadiran pembeli BBM non-subsidi tersebut umumnya terkonsentrasi pada waktu tertentu saat aktivitas warga dimulai dan berakhir.
"Kalau pembeli Pertamax banyaknya pagi atau sore, terutama pembelinya kebanyakan orang kantoran atau anak sekolah," kata petugas SPBU tersebut.
Perilaku sebagian konsumen perlahan bergeser dibanding masa awal penyesuaian harga. Sebagian pengendara kini lebih memilih membeli Pertamax untuk menghindari antrean lama demi mengejar ketepatan waktu sampai di tujuan.
"Kalau saat ini, orang beli waktu bukan beli Pertalite atau Pertamax lagi, uang bisa dicari," kata petugas SPBU di Laweyan.
Berdasarkan pemantauan laman resmi Pertamina Patra Niaga per 30 Juli 2026, harga Pertalite secara nasional dipatok Rp10.000 per liter. Sementara itu, tarif Pertamax di wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat dipasarkan seharga Rp16.250 per liter, serta di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara mencapai Rp16.650 per liter.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow