Ahli Junta Medis Beberkan Kondisi Kesehatan Maradona di Persidangan
Anggota junta medis interdiscipliner memberikan kesaksian dalam sidang kasus kematian Diego Armando Maradona di Pengadilan San Isidro, Argentina, pada Selasa, 1 September 2026. Para ahli membeberkan kondisi psikologis dan fisik mendiang sebelum wafat pada 25 November 2020.
Dokter spesialis psikiatri dan kedokteran legal, José Luis Covelli, menyatakan bahwa mantan pesepak bola tersebut mengalami gangguan kesadaran akibat penghentian konsumsi alkohol. Menurutnya, keadaan psikopatologis pasien saat itu tidak memungkinkan untuk diberikan izin rawat jalan.
"Pasien mengalami sindrom kebingungan yang berhubungan dengan penghentian alkohol," kata José Luis Covelli, Anggota Junta Medis.
Covelli menjelaskan bahwa Maradona menunjukkan perilaku seperti eksitasi psikomotorik, impulsivitas, iritabilitas, dan upaya melarikan diri. Ia menilai perawatan mandiri di rumah tidak memenuhi syarat untuk pemantauan kognitif pasien dalam kondisi tersebut.
"Dari sudut pandang psikopatologis, dia bukan pasien yang berada dalam kondisi layak untuk pulang," kata José Luis Covelli, Anggota Junta Medis.
Covelli menyimpulkan bahwa evaluasi harian seharusnya dilakukan secara berlanjut di fasilitas medis formal. Ia juga mengkritik ketiadaan tes laboratorium yang komprehensif selama masa perawatan mandiri.
"Pasien belum memulihkan tingkat kesadarannya, sehingga menghadirkan risiko bagi dirinya sendiri maupun orang lain," kata José Luis Covelli, Anggota Junta Medis.
Ia juga menambahkan pandangannya mengenai efektivitas fasilitas medis di rumah tinggal Maradona.
"Perawatan di rumah tidak memenuhi persyaratan untuk pemantauan kognitif pasien dalam kondisi bingung seperti itu," kata José Luis Covelli, Anggota Junta Medis.
Meskipun demikian, pengacara Vadim Mischanchuk yang membela psikiater Agustina Cosachov menyampaikan bahwa Covelli mengonfirmasi dosis obat yang diberikan kepada Maradona tidak bersifat toksik bagi organ dalam.
"Beliau mengatakan dosisnya sudah benar dan menunjukkan bahwa dosis tersebut rendah, sehingga tidak menimbulkan efek toksik pada hati atau ginjal," kata Vadim Mischanchuk, Kuasa Hukum Agustina Cosachov.
Saksi lain dari junta medis, dokter spesialis penyakit dalam Ramiro Larrea, membenarkan bahwa Maradona mengalami ketergantungan dan emosi yang tidak stabil usai menjalani operasi. Larrea menyoroti minimnya peralatan medis di rumah tempat Maradona dirawat.
"Secara fisik dia terkompensasi, namun secara emosional dia tidak berada dalam kondisi sadar sepenuhnya, dia sedang mengalami gejala penghentian zat sehingga tidak mudah dikendalikan," kata Ramiro Larrea, Kepala Layanan Klinik Hospital Central de San Isidro.
Larrea menekankan pentingnya fasilitas rehabilitasi khusus untuk menangani pasien dengan gangguan ketergantungan.
"Dia seharusnya pergi ke lembaga rehabilitasi karena masalah psikologis dan psikiatri yang ditimbulkan oleh penghentian zat membutuhkan staf yang terlatih," kata Ramiro Larrea, Kepala Layanan Klinik Hospital Central de San Isidro.
Ia juga menyinggung ketiadaan alat pemantau jantung di lokasi perawatan rumah tinggal.
"Akan sangat penting untuk memiliki monitor jantung, mengingat riwayat klinis, nefrologi, kardiologi, dan hepatologi pasien," kata Ramiro Larrea, Kepala Layanan Klinik Hospital Central de San Isidro.
Sebelumnya pada sidang ke-37, ahli nefrologi Hernán Trimarchi dan ahli kardiologi Gustavo Di Niro juga mempertahankan laporan junta medis tahun 2021. Kekeliruan data rekam medis milik ayah Maradona yang sempat masuk dalam berkas dinilai tidak mengubah diagnosa penyakit ginjal kronis dan gangguan jantung sang legendaris.
"Saya meratifikasi laporan saya, saya tidak mengubah apa pun," kata Hernán Trimarchi, Dokter Spesialis Nefrologi.
Sementara itu, ahli hepatologi Fernando Cairo menyampaikan bahwa Maradona memiliki indikasi cirosis hati berdasar riwayat kesehatan masa lalu. Persidangan dengan delapan terdakwa tenaga medis atas tuduhan pembunuhan tidak sengaja ini dijadwalkan berlanjut hingga Oktober 2026.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow