Vale Indonesia Diproyeksi Cetak Laba Bersih US 229 Juta Dolar
PT Vale Indonesia Tbk diproyeksikan mencetak laba bersih sebesar US 229,1 juta dolar pada 2026 atau melonjak 201% secara tahunan, dilansir dari Investor Daily. Lompatan laba bersih tersebut ditopang oleh pemulihan produksi nikel matte serta kenaikan tajam volume penjualan bijih nikel, terutama dari blok Pomalaa dan Bahodopi. Analis MNC Sekuritas Raka Junico W mengungkapkan bahwa kinerja emiten berkode saham INCO tersebut berpeluang semakin kuat pada paruh kedua tahun ini.
"Pemulihan fasilitas tersebut menjadi faktor penting bagi peningkatan produksi pada periode berikutnya," ujar Raka dalam risetnya pada Senin, 24 Agustus 2026.
Peningkatan produksi terjadi setelah pembangunan kembali Furnace 3 selesai pada Juni 2026, dengan volume produksi nikel matte mencapai 16,1 ribu ton pada kuartal II-2026. "Penjualan bijih nikel dari Bahodopi juga meningkat menjadi 1,07 juta ton atau tumbuh 21,3% qoq," ungkap Raka.
Total volume penjualan bijih nikel INCO pada kuartal II-2026 mencapai 2,33 juta ton, melonjak 139,3% dibandingkan kuartal sebelumnya. "Walaupun realisasinya sedikit di bawah estimasi, kami menilai pencapaian tersebut masih sesuai dengan ekspektasi bahwa kinerja INCO akan lebih kuat pada paruh kedua tahun ini," sebut Raka.
MNC Sekuritas kembali menegaskan rekomendasi beli saham INCO dengan target harga dipatok pada level Rp 7.000 per saham.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow