Transmisi Kenaikan Suku Bunga Kredit Berlangsung Cepat Sejak Mei-Juni 2026

Smallest Font
Largest Font

Penulis : Prisma Ardianto 23 Aug 2026 | 21:21 WIB

JAKARTA, investor.id - Transmisi kenaikan suku bunga kredit berlangsung cepat sejak BI-Rate naik 100 basis points (bps) pada Mei-Juni 2026. Sebaliknya penurunan suku bunga kredit pada periode sebelumnya berlangsung sangat lambat.

Bank Indonesia (BI) mulai menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 bps pada Mei 2026, dari 4,75% menjadi 5,25%. Kemudian pada 9 Juni 2026 lewat RDG Mingguan, BI-Rate kembali dinaikkan 25 bps menjadi 5,5% dan kembali naik 25 bps pada RDG Bulanan Juni 2026 hingga mencapai 5,75%.

Dengan demikian, BI-Rate telah meningkat total 100 bps dalam periode Mei-Juni 2026. Setelah itu, BI mempertahankan BI-Rate pada level 5,75% pada Juli dan Agustus 2026.

Bank-bank langsung merespons cepat penaikan BI-Rate tersebut. Merujuk data uang beredar (M2) pada Minggu (23/8/2026), suku bunga kredit seketika melonjak 16 bps, dari posisi April 2026 atau sebelum BI-Rate mulai naik sebesar 8,70% menjadi sebesar 8,86% per Juli 2026.

Kenaikan 16 bps masing-masing berlangsung sebesar 9 bps pada Juni dan 7 bps pada Juli.

Pola tersebut berbeda dengan periode ketika BI menurunkan suku bunga acuan. Pada September 2024 hingga September 2025, BI-Rate diturunkan secara bertahap sebesar 150 bps, dari 6,25% menjadi 4,75%.

Namun, penurunan BI-Rate tersebut tidak langsung diikuti pemangkasan bunga kredit dalam skala yang sama. Perbankan membutuhkan waktu 13 bulan untuk menurunkan suku bunga kredit sebesar 17 bps sejak penurunan BI-Rate dimulai.

Suku bunga kredit bahkan sempat meningkat beberapa bps pada awal periode penurunan BI-Rate sebelum akhirnya bergerak turun secara konsisten. Secara keseluruhan, sejak BI-Rate turun 150 bps, rata-rata suku bunga kredit hanya berkurang 51 bps dalam rentang 20 bulan, yakni dari September 2024 hingga April 2026.

Meski bunga kredit meningkat dalam beberapa bulan terakhir, penyaluran kredit perbankan masih tumbuh tinggi. Data M2 menunjukkan kredit tumbuh 13% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 8.970,2 triliun pada Juli 2026.

Pertumbuhan terutama ditopang kredit investasi yang tumbuh 23,1% yoy menjadi Rp 2.733,3 triliun. Sementara itu, kredit modal kerja meningkat 11,6% yoy menjadi Rp 3.833,8 triliun. Adapun kredit konsumsi tumbuh 5,3% yoy menjadi Rp 2.403,0 triliun.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Yield SUN Diprediksi Sideways, Target 6,9% Masih Realistis

BI-Rate Naik, Bunga Deposito Langsung Melejit

Koordinasi Pemerintah dan BI Perlu Diperkuat tanpa Kurangi Independensi

Tebesar, Manufaktur Diam-diam Sedot Kredit Rp 200 Triliun

Uang Beredar Tumbuh 8,3% pada Juli 2026

Business 10 menit yang lalu Daging Sapi Mahal, Pemerintah Siapkan Subsidi Harga daging sapi disebut melonjak karena pengaruh melemahnya nilai tukar rupiah. Menko pangan sebut pemerintah akan siapkan subsidi.

Finance 19 menit yang lalu Bunga Kredit Naik Cepat, Turun Lambat Suku bunga kredit perbankan sudah naik 16 bps dalam dua bulan, mengikuti kenaikan BI-Rate pada Mei-Juni 2026.

Finance 22 menit yang lalu Dari Cilacap, Sri Purwanti Menjemput Mimpi di Taiwan Berawal dari sepiring makanan Indonesia, berkembang menjadi usaha, dan akhirnya ikut menghidupi harapan di kampung halaman.

International 26 menit yang lalu Kanada Balas Tarif 50% AS, Ketegangan Dagang Meningkat Kanada akan membalas tarif 50% AS dengan bea masuk setara mulai 8 September setelah perundingan dagang kedua negara gagal.

Business 40 menit yang lalu Sinergi Bio Farma Group Dukung Pemulihan Pascagempa NTT Bio Farma Group bersinergi mendukung penanganan dan pemulihan pascagempa di NTT.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed