PT Telkom Pertahankan Panduan Kinerja Semester II 2026
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menetapkan untuk mempertahankan panduan kinerja tahun 2026 meskipun capaian pendapatan pada semester I-2026 tumbuh 3,9 persen secara tahunan, melampaui target sebesar 1 hingga 3 persen, dilansir dari Investor Daily.
Hasil riset UOB Kay Hian menunjukkan emiten BUMN telekomunikasi ini mengalihkan fokus strategi bisnisnya. Perusahaan kini lebih mengutamakan peningkatan profitabilitas operasional dibandingkan hanya mengejar pertumbuhan pendapatan semata.
Kenaikan kinerja keuangan didorong oleh peningkatan pendapatan rata-rata per pengguna (ARPU) layanan seluler yang tumbuh 11,6 persen secara tahunan menjadi Rp46 ribu pada kuartal II-2025. Lonjakan ini berhasil mengompensasi penurunan jumlah pelanggan yang tersisa 153 juta.
Di sisi lain, basis pelanggan layanan broadband mengalami penurunan sebesar 8 persen secara kuartalan. Pengurangan ini terjadi seiring dengan langkah pembersihan basis pelanggan nonaktif pada layanan IndiHome, sementara manajemen tetap mempertahankan panduan belanja modal (capex) tahun ini.
"ARPU mobile TLKM naik 11,6% secara tahunan menjaid Rp46 ribu kuartal II-2025, sehingga mampu mengompensasi penurunan pelanggan menjadi 153 juta," tulis UOB Kay Hian.
Perseroan juga melanjutkan program pensiun dini yang diperkirakan berpotensi menekan laba bersih dalam jangka pendek. Meski demikian, program efisiensi tenaga kerja tersebut dinilai dapat mengoptimalkan kinerja Telkomsel yang menyumbangkan 72 persen dari total pendapatan grup.
Analis UOB Kay Hian tetap merekomendasikan beli saham TLKM dengan target harga Rp3.600 berdasarkan perhitungan EV/EBITDA 5,4 kali. Saham TLKM dinilai memiliki daya tarik tinggi karena menawarkan imbal hasil dividen hingga 9,3 persen yang didukung potensi monetisasi aset.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow