Pemulihan Volume Pen penjualan Masih Jadi Tantangan Terbesar Gudang Garam (GGRM)

Smallest Font
Largest Font

Penulis : Jauhari Mahardhika 12 Jul 2026 | 14:54 WIB

JAKARTA, investor.id – Pemulihan volume penjualan masih menjadi tantangan terbesar PT Gudang Garam Tbk (GGRM). Rekomendasi untuk saham GGRM adalah hold.

Gudang Garam (GGRM) membukukan pendapatan sebesar Rp 20,1 triliun pada kuartal I-2026, turun 8,8% secara kuartalan (quarter on quarter/qoq) atau melemah 12,8% secara tahunan (year on year/yoy).

“Realisasi tersebut setara dengan 23,8% dari estimasi kami dan 21,5% dari estimasi konsensus untuk tahun 2026,” tulis analis MNC Sekuritas, Catherine Florencia M dalam risetnya, dikutip pada Minggu (12/7/2026).

Penurunan pendapatan emiten berkode saham GGRM tersebut terutama disebabkan oleh melemahnya penjualan pada portofolio rokok konvensional.

Meski pendapatan menurun, laba bersih GGRM mencapai Rp 1,5 triliun, melonjak 242% secara kuartalan atau 1.330,6% secara tahunan. “Angka tersebut telah memenuhi 51,7% dari estimasi kami dan 51% dari estimasi konsensus untuk tahun 2026,” ungkap Catherine.

Adapun margin keuntungan GGRM meningkat signifikan. Margin laba kotor, yang menunjukkan persentase laba kotor terhadap pendapatan, tercatat sebesar 15,6%. Margin laba operasional, yaitu persentase laba usaha terhadap pendapatan, mencapai 10,1%. Margin laba bersih, yakni persentase laba bersih terhadap pendapatan, berada di level 7,6%.

Sebagai perbandingan, margin laba kotor, margin laba operasional, dan margin laba bersih Gudang Garam (GGRM) pada kuartal IV-2025 masing-masing sebesar 12,2%, 4,3%, dan 2%. Pada kuartal I-2025, ketiga margin tersebut masing-masing sebesar 8,7%, 1,4%, dan 0,5%.

MNC Sekuritas menilai bahwa lonjakan laba bersih GGRM pada kuartal I-2026 terutama mencerminkan rasionalisasi biaya, khususnya biaya tenaga kerja. Kinerja tersebut belum dapat dianggap sebagai bukti adanya pemulihan yang berarti pada permintaan utama produk perseroan.

Perbaikan laba didukung oleh penurunan biaya bahan baku, tenaga kerja, dan produksi, serta pengendalian beban operasional yang lebih ketat. Beban operasional turun 35,2% secara kuartalan atau terpangkas 35% secara tahunan menjadi Rp 1,2 triliun. Pada kuartal sebelumnya, beban operasional mencapai Rp 1,8 triliun.

Penurunan beban operasional ditopang oleh berkurangnya kompensasi karyawan dan biaya perjalanan dinas. Jumlah karyawan juga turun menjadi 21.454 orang pada Maret 2026 dibandingkan 28.033 orang pada Maret 2025.

“Meskipun kebijakan tidak menaikkan tarif cukai hasil tembakau pada 2026 dan penegakan hukum yang lebih ketat terhadap rokok ilegal dapat memberikan dukungan, kami menilai faktor tersebut belum cukup untuk mengimbangi tekanan regulasi yang lebih luas dan pelemahan daya beli masyarakat,” jelas Catherine.

Dia menegaskan bahwa pemulihan volume penjualan masih menjadi tantangan terbesar prospek GGRM. Tren downtrading, yaitu peralihan konsumen ke produk dengan harga yang lebih murah, diperkirakan berlanjut sepanjang tahun 2026. Kondisi tersebut berpotensi terus menekan volume penjualan.

Target Harga Saham GGRM

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

IHSG Berpeluang Sideways, Simak Saham Pilihan Hari Ini

MDKA Jadi Sorotan: Prospek Terangkat, Target Harga Melonjak

Saham Pilihan untuk Trading 9 Juli dan Target Harganya

IHSG Bakal Lanjut Terkoreksi, 5 Saham Layak Dipantau

IHSG Merosot, Dua Sentimen Ini Jadi Penyebab

Market 5 menit yang lalu Tantangan Terbesar Gudang Garam (GGRM), Saham Hold Dulu Gudang Garam (GGRM) masih menghadapi tantangan terbesar pada kinerjanya. Rekomendasi untuk saham GGRM adalah hold.

Market 54 menit yang lalu Emas Now Bidik Lonjakan Minat Investasi Emas Jakarta memiliki potensi pasar investasi logam mulia yang terus bertumbuh

Market 59 menit yang lalu Jadi Beban Investor, Saham Ini Paling Bikin Boncos Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan ini.

Market 2 jam yang lalu Deretan Saham Paling Moncer, Terbang hingga 112% Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 6-10 Juli 2026.

Market 3 jam yang lalu Saham-Saham yang Diobral Asing Asing mencetak transaksi jual bersih (net sell) saat IHSG, Jumat (10/7/2026), ditutup menguat. Saham BBRI, BBCA dan TLKM dilepas asing.

Market 3 jam yang lalu Harga Emas Digital Hari Ini, Minggu 12 Juli 2026 Harga emas digital hari ini, Minggu 12 Juli 2026, dari berbagai platform emas digital seperti Treasury, Lakuemas, IndoGold, ShariaCoin.

Tag Terpopuler

Terpopuler

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Sabtu 11 Juli 2026, Cek Rinciannya

Harga Emas Antam (ANTM), UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian, Sabtu 11 Juli 2026

Penulis : Jauhari Mahardhika 12 Jul 2026 | 14:54 WIB

Adapun diversifikasi usaha GGRM sejauh ini belum memberikan hasil yang produktif. GGRM telah berekspansi ke sektor infrastruktur melalui pembangunan Bandara Dhoho di Kediri dan proyek jalan tol Kediri-Tulungagung.

Namun, kontribusi bisnis tersebut masih belum material terhadap kinerja konsolidasi dan masih membukukan kerugian. Segmen infrastruktur GGRM mencatat kerugian sebesar Rp 79,6 miliar pada kuartal I-2026.

Dengan berbagai pertimbangan, MNC Sekuritas mempertahankan rekomendasi hold saham GGRM. Target harga saham GGRM sebesar Rp 18.000.

Target harga tersebut mencerminkan price to earnings ratio (PE) sebesar 9,9 kali berdasarkan estimasi tahun 2026 dan 7,8 kali berdasarkan proyeksi tahun 2027.

Target harga saham GGRM juga merefleksikan price to book value (PBV) sebesar 0,5 kali untuk proyeksi tahun 2026 dan 0,5 kali untuk tahun 2027.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed