Harga Emas Dunia Bangkit Lebih dari 1 Persen Setelah Dolar dan Yield Obligasi AS Turun
Harga emas dunia bangkit lebih dari 1% pada perdagangan Rabu setelah dolar AS dan yield obligasi pemerintah AS melemah, sementara investor menantikan data ketenagakerjaan AS yang akan dirilis akhir pekan ini untuk memprediksi arah kebijakan suku bunga The Fed. Harga emas spot ditutup naik 1,38% menjadi US$ 4.388,17 per ons troi, setelah sempat menyentuh level terendah sejak 7 Agustus 2026. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember juga naik 0,86% dan ditutup pada US$ 4.434,3 per ons troi, dilansir dari Investor Daily. Direktur perdagangan logam High Ridge Futures David Meger mengatakan, penurunan yield obligasi AS menjadi salah satu faktor utama pemulihan harga emas.
"Penurunan yield memungkinkan emas bangkit dari beberapa level terendah baru-baru ini," ujar Meger.
Dia menambahkan, pergerakan harga energi dan yield obligasi masih menjadi fokus pasar emas ke depan. Yield obligasi AS sempat mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun sebelum akhirnya melemah, seiring turunnya harga minyak dan perhatian investor pada data ekonomi terbaru AS.
Indeks dolar AS juga turun dari level tertinggi hampir tiga pekan, membuat emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi relatif lebih menarik bagi pemegang mata uang lainnya. Presiden The Fed Bank of New York John Williams menjelaskan bahwa kenaikan yield obligasi jangka panjang AS bukan karena kekhawatiran inflasi, melainkan mencerminkan kondisi ekonomi yang kuat.
Sementara itu, pertumbuhan tenaga kerja swasta AS pada Agustus berada di bawah ekspektasi pasar, namun data tersebut belum banyak memengaruhi harga emas karena investor masih menunggu laporan ketenagakerjaan nonfarm payrolls (NFP) yang akan dirilis Jumat. "ADP tidak dapat diandalkan dan mungkin menentukan sentimen awal terhadap nonfarm payrolls, tetapi NFP jauh lebih penting bagi pasar," kata Kepala Analisis Pasar StoneX Rhona O'Connell. Data ketenagakerjaan AS menjadi perhatian utama karena dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap keputusan suku bunga The Fed di pertemuan bulan ini, dengan probabilitas kenaikan suku bunga kini sebesar 64% menurut CME FedWatch Tool.
Selain itu, bank sentral Belanda melaporkan telah memindahkan 86 ton emas dari New York dan Ottawa ke London dalam enam bulan terakhir untuk memudahkan perdagangan emas dan memperkuat kesiapan menghadapi krisis.
Pergerakan positif juga tercatat pada logam mulia lain, seperti harga perak spot yang naik 1,93% menjadi US$ 65,32 per ons, platinum naik 0,9% menjadi US$ 1.760,05 per ons, dan palladium melonjak 2,95% menjadi US$ 1.349,43 per ons.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow