Harga Minyak Dunia Naik Satu Persen Akibat Konflik AS Iran
Eskalasi militer terbaru antara Amerika Serikat dan Iran memicu kenaikan harga minyak mentah dunia sekitar satu persen pada perdagangan Rabu (2/9/2026), seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak global di Selat Hormuz. Berdasarkan laporan Reuters yang dilansir dari Investor Daily, minyak mentah Brent berjangka ditutup menguat 98 sen atau satu persen menjadi US$95,63 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) AS naik 79 sen atau 0,9 persen ke level US$91,01 per barel. Lonjakan harga ini terjadi di tengah konflik kedua negara yang telah memasuki bulan ketujuh, di mana pasukan AS menyerang wilayah pesisir selatan Iran dan dibalas serangan ke pangkalan AS.
Eskalasi pertempuran yang kembali memanas setelah sempat tenang selama sebulan menjadi perhatian utama para pelaku pasar energi.
"Perhatian utama pasar minyak adalah apakah pertempuran yang kembali terjadi akan menyebabkan gangguan lebih lanjut terhadap arus fisik minyak di kawasan tersebut," kata Mark Schaefer, Direktur Liquidity Energy. Aktivitas pelayaran di Selat Hormuz melambat signifikan akibat konflik tersebut, dengan data Kpler menunjukkan hanya empat kapal komoditas yang melintas pada Rabu, jauh di bawah rata-rata harian sebanyak 13 kapal.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan bahwa serangan AS akan memperketat pembatasan kapal dan menyebut dua tanker minyak telah rusak terkena ranjau laut. Di sisi lain, pemerintah AS mengeklaim arus lalu lintas minyak masih berjalan dalam volume tinggi di tengah situasi perang.
"Sekitar 17 juta barel minyak melewati Selat Hormuz pada Senin," kata Chris Wright, Menteri Energi AS, yang menilai volume tersebut sebagai yang terbesar sejak perang dimulai. Meskipun lalu lintas kapal di kawasan Timur Tengah berpotensi melambat, pasar dinilai telah memperhitungkan keberadaan jalur alternatif untuk menyalurkan pasokan ke konsumen. "Peningkatan konflik kemungkinan memperlambat lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz dalam jangka pendek," kata Dennis Kissler, Senior Vice President Trading BOK Financial.
Tekanan pasokan global juga sedikit teredam oleh peningkatkan ekspor minyak Irak serta penurunan stok minyak mentah AS sebesar 4,5 juta barel pada pekan lalu menurut data EIA.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow