Wall Street Menguat Setelah Yield Obligasi AS Mendingin di Tengah Harga Minyak Tinggi

Smallest Font
Largest Font

Wall Street mengakhiri tren penurunan selama tiga hari berturut-turut pada perdagangan Rabu (2/9/2026) setelah imbal hasil obligasi AS mulai menurun dari level tertinggi beberapa tahun terakhir, memberikan ruang bagi saham untuk menguat, dilansir dari Investor Daily.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 295,07 poin (0,56%) menjadi 53.061,95, didukung oleh kenaikan saham Nvidia dan Johnson & Johnson. Indeks S&P 500 naik 0,46% menjadi 7.666,60, sedangkan Nasdaq Composite menguat 0,45% menjadi 26.217,83.

Yield obligasi AS 10 tahun sempat menyentuh 4,818%, level tertinggi sejak November 2023, namun kemudian mereda. Yield obligasi Inggris, Jerman, dan Prancis juga meningkat, sementara yield obligasi Jepang tetap di level tertinggi dalam beberapa dekade.

Jay Hatfield, CEO Infrastructure Capital Advisors, menyatakan, "Penggerak utamanya adalah minyak." Ia menilai bahwa pasar saham masih bergerak dalam rentang terbatas di tengah periode yang secara musiman cenderung lemah dan penguatan terjadi karena harga minyak mulai kehilangan momentum kenaikan.

Meski demikian, harga minyak tetap menjadi risiko yang diperhatikan investor. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) naik hampir 1% menjadi US$ 91,01 per barel, dan harga minyak Brent mencapai US$ 95,63 per barel setelah naik sekitar 1%, akibat serangan militer tambahan AS terhadap Iran yang meningkatkan kekhawatiran gangguan pasokan energi global.

Hatfield memperkirakan kenaikan harga minyak ini bersifat jangka pendek dan indeks S&P 500 mungkin menemukan titik terendah di level 7.500. "Kami meyakini harga minyak akan bergerak turun selama enam bulan ke depan seiring peningkatan produksi negara-negara non-OPEC dan berkembangnya jalur alternatif pengiriman minyak," ujarnya.

Menteri Energi AS Chris Wright menyampaikan bahwa lebih dari 17 juta barel minyak melewati Selat Hormuz pada Senin, volume tertinggi sejak perang Iran pecah pada Februari. Jalur ini menjadi perhatian karena merupakan rute utama perdagangan minyak dunia, dan gangguan dapat menekan harga minyak serta meningkatkan tekanan inflasi.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed