SMK Go Global Buka Pendaftaran 2027 dengan Kriteria Baru
Program SMK Go Global akan membuka pendaftaran untuk tahun 2027 dengan kriteria pelamar yang berbeda dari tahun 2026, terutama memperluas kesempatan bagi peserta tanpa keterampilan teknis, dilansir dari Detikcom.
Pelatihan dan sertifikasi program akan dimulai pada Januari dan memakan waktu hingga tujuh bulan. Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin menerangkan bahwa pelatihan bahasa akan berlangsung sekitar tiga bulan, pelatihan keterampilan teknis satu hingga dua bulan, dan sertifikasi sekitar satu hingga dua hari.
Untuk tahun 2026, Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia hanya membuka pendaftaran untuk calon peserta yang sudah memiliki keterampilan. Mukhtarudin menjelaskan bahwa program tahun ini fokus pada peningkatan keterampilan agar hasilnya cepat.
"Karena ini adalah program yang memberikan hasil cepat, kami memulai dengan peningkatan keterampilan. Oleh karena itu, kami tidak memulai dari nol," ujar Mukhtarudin.
SMK Go Global adalah program peningkatan kompetensi dan penyaluran tenaga kerja Indonesia ke luar negeri. Peserta akan mendapat pelatihan kompetensi teknis, sertifikasi, serta pelatihan bahasa sesuai standar negara tujuan seperti Jepang, Korea Selatan, Jerman, Australia, Malaysia, Singapura, kawasan Eropa, Turki, dan Taiwan.
Program ini terbuka untuk lulusan SMK, SMA, S1, dan S2 yang diarahkan ke berbagai sektor pekerjaan, mulai dari caregiver, welder, hospitality, nurse, sopir truk, manufaktur, transportasi, pertanian, konstruksi, hingga sektor kelautan.
Target kuota SMK Go Global mencapai 500.000 tenaga kerja, terdiri dari 300.000 calon pekerja migran lulusan SMK dan 200.000 dari umum. Tahun 2026 ditargetkan 40.000 tenaga kerja dan 2027 sebanyak 140.000 tenaga kerja.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow