Seshadri Chari Sebut Tarique Rahman Uji Sikap Diplomasi India

Smallest Font
Largest Font

Mantan editor majalah Organiser Seshadri Chari menilai Perdana Menteri Bangladesh Tarique Rahman sedang menguji kesabaran diplomasi India. Penilaian tersebut disampaikan Chari menyusul keengganan Rahman membalas undangan New Delhi untuk menghadiri Sesi Outreach KTT BRICS pada 12–13 September 2026. Pemerintah India secara aktif memprakarsai undangan bagi Bangladesh untuk menghadiri pertemuan puncak BRICS mendatang di New Delhi.

Namun, kepemimpinan Dhaka dinilai enggan memenuhi undangan tersebut karena pengaruh para penasihat politik yang memelihara narasi anti-India demi mengamankan basis politik domestik. Seshadri Chari menjelaskan bahwa penolakan dan keraguan pihak Bangladesh berakar pada agenda politik domestik Rahman. Langkah memelihara sentimen anti-India dipakai untuk mengonsolidasi kekuasaan di tengah tekanan ekonomi, pengangguran, serta memburuknya situasi keamanan di Bangladesh.

Kondisi hubungan kedua negara semakin merenggang setelah Dhaka mengajukan syarat utama rekooperasi diplomatik, yaitu pemulangan mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina. Pengadilan Kejahatan Internasional (ICT) Bangladesh telah mengeluarkan surat penangkapan terhadap Hasina atas tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan selama aksi demonstrasi mahasiswa.

Pemerintah India telah menegaskan kepada Bangladesh bahwa Perjanjian Ekstradisi 2013, yang diamandemen pada 2016, membatasi pemulangan hanya untuk kejahatan lintas batas seperti terorisme dan penyelundupan narkoba. Berdasarkan Pasal 6 perjanjian tersebut, ekstradisi dapat ditolak jika pelanggaran yang disangkakan bersifat politik. Atas dasar aturan hukum tersebut, New Delhi menolak Note Verbale dari Dhaka dan tidak menindaklanjuti tuduhan kejahatan terhadap Sheikh Hasina. Langkah India ini diambil untuk melindungi prosedur hukum bilateral yang sah.

Eskalasi ketegangan ini dinilai memicu penurunan drastis pada arsitektur keamanan regional di darat maupun laut. Sebagai langkah korektif, India didesak untuk merevisi orientasi kebijakan luar negerinya serta mempertimbangkan pemindahan markas besar BIMSTEC keluar dari Dhaka.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed