Sejarah dan Biaya Jalur Mandiri Masuk PTN di Indonesia

Smallest Font
Largest Font

Jalur mandiri untuk seleksi penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri (PTN) Indonesia mulai diterapkan sejak kebijakan PTN-Badan Hukum (PTN-BH) pada 2013. Jalur ini memberikan kuota lebih besar bagi PTN-BH untuk menjaring mahasiswa dengan kemampuan finansial memadai, berdampingan dengan jalur seleksi nasional berbasis prestasi dan tes.

Dilansir dari Detikcom, jalur mandiri ini biasanya memerlukan biaya Iuran Pengembangan Institusi (IPI) atau uang pangkal yang cukup besar, selain uang kuliah tunggal (UKT). Besaran biaya IPI dan UKT bervariasi di setiap PTN dan fakultas.

Sejarah seleksi masuk PTN di Indonesia dimulai pada 1976 dengan nama SKALU, lalu berganti beberapa kali seperti SKASU, SIPENMARU, UMPTN, SPMB, SNMPTN, SBMPTN, dan kini menggunakan SNBT dan SNBP sejak 2023. Jalur mandiri muncul sebagai bagian dari transformasi seleksi di era PTN-BH.

Rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang, Desri Arwen, menggambarkan jalur mandiri sebagai "panen raya" bagi PTN. Ia menilai jalur ini memperluas akses pendidikan tinggi bagi yang mampu secara finansial.

Dina Lisna Amilia, dosen Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, menambahkan bahwa mahasiswa jalur mandiri biasanya harus membayar biaya lebih tinggi. "Bahkan ada fakultas kedokteran di salah satu PTN yang mematok ratusan juta dalam jalur mandirinya. Belum lagi, ada juga PTN yang memberlakukan kebijakan UKT tertinggi bagi mahasiswa jalur mandiri," ujarnya dalam kolom detikNews 2019.

Permendiktisaintek Nomor 3 Tahun 2026 mengatur tentang seleksi mandiri yang dapat dilakukan PTN melalui tes atau tanpa tes, menggunakan nilai SNBT atau prestasi akademik/non-akademik lain. PTN juga bisa membuka beberapa gelombang seleksi jika kuota belum terpenuhi.

Daya tampung jalur mandiri di PTN-BH maksimal 50%, sedangkan PTN non PTN-BH maksimal 40%. Untuk seleksi nasional, alokasi daya tampung SNBP minimal 20%, SNBT 30% (PTN-BH) dan 40% (non PTN-BH).

Biaya masuk jalur mandiri di beberapa PTN besar seperti Universitas Indonesia, UGM, ITB, IPB, dan Unsoed bervariasi. Contohnya, di UI fakultas kedokteran IPI bisa sampai Rp 120 juta, sementara di UGM IPI untuk bidang sains dan kesehatan Rp 30 juta. Di ITB, IPI dibagi empat golongan dari Rp 55 juta sampai Rp 85 juta.

Unsoed menetapkan UKT jalur mandiri Rp 500 ribu sampai Rp 17 juta dengan IPI antara Rp 15 juta hingga Rp 260 juta tergantung fakultas. Besaran biaya ini menegaskan bahwa jalur mandiri memang ditujukan untuk mahasiswa dengan kemampuan finansial yang memadai.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed