Sejarah Bendera Merah Putih Ternyata Digunakan Sebelum Indonesia Merdeka
Pengibaran bendera Merah Putih identik dengan peringatan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia setiap 17 Agustus. Kombinasi dua warna ini ternyata telah digunakan masyarakat di Kepulauan Nusantara jauh sebelum tahun 1945. Seperti dilansir dari Detikcom, akar kepercayaan terhadap simbol warna ini telah tumbuh sejak era nenek moyang bangsa Austronesia.
Mereka memaknai warna merah sebagai lambang bumi dan elemen darah, sedangkan warna putih melambangkan langit serta dimensi spiritual. Masyarakat Jawa Kuno juga mengenal konsep dua warna ini melalui media penganan tradisional jenang. Warna merah atau jenang abang melambangkan unsur kewanitaan dan keberanian, sementara warna putih mewakili unsur pria serta kesucian.
Elemen warna tersebut kemudian diadopsi menjadi panji-panji resmi kerajaan Nusantara. Kerajaan Majapahit menggunakannya sebagai bendera kebesaran bertajuk Sang Saka Getih-Getah Samudra dengan sembilan garis horizontal warna merah dan putih.
Penggunaan simbol serupa tercatat pada panji Kerajaan Kediri, Kerajaan Bugis, bendera perang Sisingamangaraja IX di Batak, hingga pasukan Kerajaan Aceh. Pangeran Diponegoro turut memakai umbul-umbul Merah Putih sewaktu memimpin Perang Jawa pada 1825 sampai 1830.
Simbol Pergerakan hingga Bendera Nasional
Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Belanda mengadopsi bendera Merah Putih bermotif kepala banteng pada 1922 saat mengikuti konferensi Driebergen. Penggunaannya berlanjut dalam Kongres Pemuda II tanggal 28 Oktober 1928 yang mengiringi pemutaran lagu Indonesia Raya. Pemerintah kolonial Belanda sempat melarang pengibarannya, sebelum akhirnya Jepang memberikan izin terbatas. Kepastian penggunaan simbol negara ini dimatangkan dalam sidang BPUPKI menjelang kemerdekaan.
Fatmawati menjahit fisik pertama bendera pusaka menggunakan kain katun pemberian Hitoshi Shimizu pada Oktober 1944. Bendera tersebut dikibarkan pertama kali saat proklamasi, lalu sempat dibelah dua oleh Husein Mutahar demi keamanan saat ibu kota pindah ke Yogyakarta. Sang Saka Merah Putih asli terakhir kali dikibarkan di Istana Negara pada 17 Agustus 1968. Pemerintah kini menyimpan bendera asli di Monumen Nasional dan menggunakan bendera duplikat untuk upacara kenegaraan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow