PT Samwon Tutup Pabrik Garment di Jepara Mulai Agustus 2026

Smallest Font
Largest Font

PT Samwon memutuskan menutup secara total unit produksi garmen miliknya di Jepara mulai 1 Agustus 2026 mendatang. Keputusan penutupan operasional ini diambil manajemen perusahaan asal Korea Selatan tersebut akibat mengalami kerugian selama lima tahun terakhir yang dipicu penurunan jumlah pesanan, sebagaimana dilansir dari Detik Finance pada Rabu (22/7/2026).

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN), Ristadi, mengungkapkan adanya perbedaan keterangan antara pihak manajemen perusahaan dan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) setempat mengenai alasan utama penutupan pabrik. Disnaker menyatakan penutupan terjadi karena produksi tidak mencapai target sehingga kerap memicu keterlambatan pengiriman produk.

"Letak perbedaan dua alasan tersebut adalah jika memang penurunan jumlah order maka memang masalah utamanya adalah soal kekurangan order. Tapi jika alasanya adalah target produksi tidak tercapai sehingga sering terjadi keterlambatan pengiriman, ini artinya jumlah order tidak ada masalah dan mencukupi tetapi kemampuan produksinya tidak memadai," kata Ristadi dalam keterangan tertulis, Rabu (22/7/2026).

Ristadi mendesak transparansi dari manajemen pabrik garmen yang beroperasi sejak 2015 di Jepara tersebut guna memetakan penanganan yang tepat demi iklim investasi. Ia juga menyoroti kejanggalan keputusan penutupan unit Jepara ketimbang unit Semarang yang beroperasi sejak 2006 di bawah nama PT Samwon Busana Indonesia, mengingat besaran Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Jepara sebesar Rp2,7 juta jauh lebih rendah dibanding Semarang yang mencapai Rp3,7 juta.

"Ada yang lebih aneh adalah kenapa PT Samwon memilih menutup unit produksinya yang di Jepara yang upah minimumnya sekitar Rp 2,7 jutaan daripada menutup unit produksinya yang di Kota Semarang dengan UMK sekitar Rp 3,7 jutaan, yang artinya UMK Jepara lebih rendah sekitar Rp 1 jutaan," sebut Ristadi.

Menurut KSPN, penutupan unit produksi di daerah berupah rendah bertentangan dengan kalkulasi efisiensi biaya yang lumrah diterapkan oleh kalangan pengusaha.

"Atau apakah karena ada masalah manajerialnya, SDM pekerjanya atau karena ada faktor lain yang membebani PT Samwon yang di Jepara. Pemerintah harus lebih dalam menggali masalah yang sebenarnya terjadi di PT Samwon Jepara, untuk mitigasi terjadi pada perusahaan lainya," tuturnya.

Langkah cepat Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dalam merespons penutupan ini diapresiasi oleh pihak serikat pekerja melalui koordinasi ke manajemen dan Disnaker.

"Juga berkomunikasi dengan pihak buyer di Amerika dan Asosiasi Pengusaha terkait guna memitigasi dampak, memastikan hak-hak pekerjanya, menjaga order dan mencarikan peluang pekerjaan baru untuk korban PHK," tutup Ristadi.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed