Saham Antam Melonjak Didukung Kenaikan Produksi dan Penjualan Kuartal II 2026

Smallest Font
Largest Font

Saham PT Antam Tbk (ANTM) melonjak 2,33% ke level Rp 3.070 pada perdagangan Jumat, 14 Agustus 2026, setelah investor asing melakukan pembelian bersih senilai Rp 61,75 miliar, menurut data yang dilansir dari Investor Daily.

Volume perdagangan mencapai 83,22 juta saham dengan nilai transaksi Rp 253,7 miliar, setelah saham emiten emas ini mengalami tekanan empat hari berturut-turut sebelumnya.

Dalam sebulan terakhir, investor asing memborong saham ANTM dengan nilai net buy Rp 416,06 miliar, dan harga saham Antam naik sekitar 5,14% selama periode tersebut. Mandiri Sekuritas merekomendasikan saham Antam dengan target harga Rp 5.550.

Manajemen Antam mengungkapkan bahwa produksi emas pada kuartal II 2026 naik 12% menjadi 232 kg dibandingkan kuartal II 2025 yang mencapai 208 kg. Namun, produksi emas semester pertama 2026 turun menjadi 433 kg dari 438 kg pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penjualan emas pada kuartal II 2026 sebesar 9.615 kg, mendorong penjualan semester pertama mencapai 18.080 kg, tetapi masih di bawah capaian tahun lalu yang mencapai 29.262 kg pada semester I 2025.

"ANTAM terus menghadirkan produk logam mulia berkualitas dan semakin mudah diakses masyarakat melalui kerja sama dengan mitra strategis domestik," ujar manajemen Antam dalam keterangan resmi.

Manajemen juga menyatakan bahwa kerja sama ini mendukung penguatan ekosistem industri emas nasional dan pemanfaatan bahan baku emas domestik.

Selain emas, produksi bijih nikel Antam pada kuartal II 2026 tercatat 3,90 juta wet metric ton (wmt), dan penjualan bijih nikel mencapai 3,37 juta wmt. Total produksi dan penjualan bijih nikel semester pertama masing-masing mencapai 7,78 juta wmt dan 6,77 juta wmt.

Seluruh penjualan bijih nikel dialokasikan untuk pasar domestik, baik untuk kebutuhan internal pabrik feronikel Antam maupun untuk penjualan ke smelter nikel nasional, sesuai dengan komitmen perusahaan mendukung hilirisasi mineral nasional.

Produksi feronikel pada kuartal II 2026 mencapai 3.813 ton nikel dalam feronikel (TNi), dengan penjualan 4.802 TNi, melonjak 420% dibandingkan kuartal II 2025. Penjualan feronikel semester pertama juga naik 32% menjadi 7.605 TNi.

Antam mencatat produksi bauksit kuartal II 2026 sebesar 650.791 wmt dan penjualan 663.942 wmt, meningkat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Bauksit digunakan sebagai bahan baku produksi Chemical Grade Alumina (CGA) di pabrik Tayan yang dioperasikan oleh PT Indonesia Chemical Alumina (PT ICA).

Produksi alumina CGA pada kuartal II 2026 mencapai 50.690 ton, naik 12% dibanding kuartal II 2025. Penjualan alumina juga meningkat 9% menjadi 51.364 ton pada kuartal II 2026.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed