Laba Bersih Antam Diproyeksikan Tumbuh Ke Rp 8 koma 9 Triliun Pada 2026
PT Antam Tbk (ANTM) diproyeksikan membukukan kenaikan laba bersih sebesar 23,1 persen secara tahunan hingga mencapai Rp 8,9 triliun pada 2026. Pertumbuhan kinerja keuangan emiten tambang BUMN ini ditopang oleh operasional yang kuat, solidnya harga komoditas global, serta berlanjutnya berbagai proyek hilirisasi perseroan, sebagaimana dilansir dari Investor Daily pada Minggu (23/8/2026).
KB Valbury Sekuritas menargetkan pendapatan ANTM mampu menembus Rp 99,8 triliun pada 2026 atau meningkat 18 persen yoy. Proyeksi keuangan tersebut menggunakan perkiraan harga rata-rata emas dunia sebesar US$ 4.400 per ons dan harga nikel global sebesar US$ 17.450 per ton. Laba kotor perseroan diperkirakan menyentuh Rp 17,5 triliun dengan margin laba kotor naik menjadi 17,5 persen dari 16,2 persen pada 2025.
Selain itu, EBITDA perseroan diproyeksikan mencapai Rp 12,1 triliun dengan peningkatan margin EBITDA menjadi 12,2 persen. Prospek positif ini didorong capaian kuartal II-2026 yang mana produksi emas naik 15,4 persen qoq menjadi 7,5 ribu ons troi, produksi bijih nikel mencapai 3,9 juta wmt, serta penjualan feronikel melonjak 71,3 persen qoq akibat tingginya permintaan ekspor.
"Kami memproyeksikan laba bersih ANTM tumbuh 23,1% yoy menjadi Rp 8,9 triliun pada 2026," tulis Analis KB Valbury Sekuritas Ashalia Fitri Yuliana dalam risetnya.
Pertumbuhan kinerja perseroan didukung oleh perhitungan atas dinamika harga komoditas, capaian operasional, serta katalis positif jangka panjang.
"Harga jual rata-rata (average selling price/ASP) emas pada kuartal II-2026 memang berpotensi melemah, seiring penurunan harga emas global. Namun, secara struktural, level harga tersebut masih lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," jelas Ashalia, Analis KB Valbury Sekuritas.
Faktor hilirisasi turut memegang peranan penting melalui operasional fasilitas pemurnian emas di JIIPE, pengembangan ekosistem kendaraan listrik bersama CATL dan Huayou Cobalt, serta peningkatan kapasitas produksi di pabrik SGAR Mempawah. Tiga pilar utama ini dinilai menjadi pendorong utama bisnis perseroan di masa depan.
KB Valbury Sekuritas menyematkan target harga saham ANTM sebesar Rp 4.000 menggunakan pendekatan forward P/E 9,5 kali dan mempertahankan rekomendasi beli. Kendati demikian, investor diimbau mewaspadai risiko koreksi harga emas, keterbatasan kuota nikel RKAB, hingga potensi keterlambatan proyek hilirisasi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow