Rupiah Diprediksi Melemah Rentang Rp 17.920 hingga Rp 17.970 per Dolar AS

Smallest Font
Largest Font

Nilai tukar rupiah diprediksi mengalami fluktuasi dengan kecenderungan melemah terhadap dolar AS pada perdagangan Jumat, 7 Agustus 2026, akibat sentimen geopolitik global dan perlambatan pertumbuhan ekonomi domestik. Kondisi ini terjadi setelah mata uang Garuda sempat menguat tipis 10 poin ke level Rp 17.923 per dolar AS pada perdagangan Kamis (6/8/2026), sebagaimana dilansir dari Investor Daily.

"Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah bakal fluktuatif namun diprediksi melemah di rentang Rp 17.920 - Rp 17.970 per dolar AS," ungkap Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi.

Pergerakan rupiah masih sangat rentan terhadap dinamika luar negeri, seperti prospek suku bunga The Fed, data tenaga kerja Amerika Serikat, hingga perkembangan konflik Timur Tengah. Meski tensi pasar sempat mereda seiring kesepakatan Iran dan Oman terkait Selat Hormuz, kehati-hatian pelaku pasar tetap tinggi.

"Namun, para pedagang tetap berhati-hati karena kesepakatan tersebut belum berarti pembukaan kembali selat secara penuh; negosiasi mengenai biaya kargo, inspeksi, dan pengaturan keamanan yang lebih luas masih belum terselesaikan," kata Ibrahim.

Ketidakpastian kebijakan moneter global tercermin dari ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Bank Sentral AS. Proyeksi penurunan suku bunga instrumen tersebut terus mengalami penyesuaian seiring penantian data ketenagakerjaan terbaru.

"Pasar kini memperkirakan adanya peluang sekitar 55% untuk kenaikan suku bunga pada bulan September, turun dari angka 67% yang tercatat dua hari sebelumnya," paparnya.

Dari dalam negeri, tekanan terhadap rupiah dipicu oleh rilis data BPS yang mencatat pertumbuhan ekonomi kuartal kedua 2026 sebesar 5,29% secara tahunan, melambat dibanding kuartal pertama yang mencapai 5,61%. Selain itu, peninjauan indeks kuartalan oleh MSCI turut membayangi pergerakan modal.

"Sedangkan, MSCI mengumumkan hasil peninjauan indeks kuartalan pada 13 Agustus 2026 waktu Indonesia. Perubahan tersebut akan mulai berlaku pada penutupan perdagangan 31 Agustus 2026. Oleh karena itu, arah kebijakan penyedia indeks global masih sulit diprediksi, sehingga berpotensi menjadi sentimen yang membayangi pergerakan pasar," tambah Ibrahim.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed