PTPN IV PalmCo Gelar Proyek Percontohan Kedelai 1.000 Hektare

Smallest Font
Largest Font

PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo menggelar proyek percontohan penanaman kedelai serentak di 20 titik lahan seluas 1.000 hektare pada Jumat pekan lalu. Langkah ini diambil untuk mendukung ketahanan pangan nasional serta menekan volume impor kedelai, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.

Kegiatan penanaman perdana dipusatkan di Kebun Adolina Regional 2, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, dan terhubung secara daring ke enam provinsi lainnya. Lahan yang dimanfaatkan merupakan areal peremajaan dan konversi kelapa sawit sebelum tanaman utama kembali ditanam.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menjelaskan bahwa program ini merupakan langkah nyata perusahaan dalam merealisasikan instruksi pemerintah terkait swasembada komoditas pangan pokok.

"Alhamdulillah, PTPN IV telah melaksanakan tanam perdana proyek percontohan kedelai. Ini merupakan tindak lanjut kita atas arahan Bapak Presiden melalui bapak Menteri Pertanian untuk meningkatkan produksi nasional dan menekan import kedelai," kata Jatmiko pada Senin (31/8/2026).

Pemanfaatan jeda waktu sekitar enam bulan sebelum penanaman kembali sawit diharapkan menjadi solusi efisien di tengah defisit kedelai nasional yang mencapai 2,5 juta ton per tahun dalam lima tahun terakhir.

"Karena kita belum pernah tanam kedelai sebelumnya, kita siapkan pilot project 1.000 Ha dulu. Dan sesuai arahan Danantara, jika ini berhasil serta memperlihatkan kelayakan di berbagai aspek, insya Allah akan dilanjutkan dengan luasan yang lebih masif sehingga harapan pemerintah untuk meningkatkan produksi dan menekan import kedelai tadi, dapat diwujudkan," kata Jatmiko.

Dukungan atas inisiatif pemanfaatan lahan replanting ini juga mengalir dari pihak kementerian terkait yang memantau pelaksanaan program di lapangan.

"Kami memberikan apresiasi kepada PTPN yang terus menunjukkan komitmennya dalam menjalankan berbagai program swasembada pangan nasional. Semoga proyek ini berhasil dan dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain yang ada di Indonesia," kata Perwakilan Direktur Jenderal Pangan Kementerian Pertanian RI, Arief Muliawan.

Selain dukungan regulasi, kelancaran operasional di tingkat teknis dan kepastian pasar menjadi faktor krusial bagi keberlanjutan program jangka panjang.

"Jika ingin skalanya lebih besar dan persentase keberhasilannya tinggi, kerjasama banyak pihak mulai dari pemerintah, perusahaan, kelompok tani dan mitra strategis lainnya pasti akan sangat dibutuhkan, termasuk kepastian serapan dari offtaker. Semoga project pilot kedelai PTPN IV PalmCo dapat berhasil dan berdampak maksimal," kata Direktur Produksi dan Pengembangan PTPN III (Persero), Rizal H. Damanik.

Pada tahap percontohan ini, PTPN IV menggunakan varietas kedelai Grobogan yang memiliki potensi produktivitas hingga 2 ton per hektare dengan masa tanam 85 hingga 90 hari.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed