Presiden Prabowo Subianto Menargetkan Pertumbuhan Ekonomi Enam Persen 2027
Presiden Prabowo Subianto menetapkan target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6 persen dalam Rancangan Undang-Undang APBN 2027. Target ini disampaikan dalam Sidang Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026), sebagaimana dilansir dari Investor Media.
Target tersebut naik dari sasaran pertumbuhan APBN 2026 sebesar 5,4 persen. Pemerintah optimistis pendorong ekonomi nasional tetap kuat berkat capaian positif pada semester I-2026 yang tumbuh 5,45 persen, laju tertinggi dalam 13 tahun terakhir.
Prabowo menekankan bahwa pemerintah menerapkan kebijakan makroekonomi yang menggabungkan ekspansi ekonomi dan disiplin anggaran secara beriringan.
"Kita tidak memilih antara pertumbuhan dan kehati-hatian, kita memilih kedua-duanya. Kita tidak memilih antara membantu rakyat dan menjaga APBN. Kita melakukan kedua-duanya," kata Presiden Prabowo Subianto.
Landasan penyusunan RAPBN 2027 merujuk pada realisasi pendapatan negara hingga akhir Juli 2026 yang tumbuh 21,3 persen. Sementara itu, belanja negara tumbuh 18,2 persen dengan defisit APBN terkendali pada level 0,91 persen terhadap produk domestik bruto.
"Walaupun belanja negara tumbuh, defisit APBN tetap terjaga hanya 0,91% terhadap produk domestik bruto. Ini adalah bukti bahwa keberpihakan kepada rakyat dapat berjalan bersama disiplin fiskal," ujar Presiden Prabowo Subianto.
Desain arsitektur RAPBN 2027 diarahkan secara terukur guna mempercepat kesejahteraan masyarakat. Dalam postur RAPBN 2027, pendapatan negara dirancang mencapai Rp3.426 triliun dan belanja negara disiapkan sebesar Rp4.097,2 triliun, sehingga defisit anggaran diperkirakan sebesar 2,4 persen dari PDB.
"Pertumbuhan ekonomi tahun 2027 ditargetkan mencapai 6%, lebih tinggi dari target APBN 2026 sebesar 5,4%," kata Presiden Prabowo Subianto.
Untuk menopang target tersebut, pemerintah menyusun beberapa asumsi makro 2027, mencakup inflasi 2,5 persen, nilai tukar Rp17.500 per dolar AS, suku bunga SBN 10 tahun 6,9 persen, serta harga minyak mentah Indonesia US$75 per barel. Adapun lifting minyak bumi ditetapkan 610.000 barel per hari dan lifting gas bumi 954.000 barel setara minyak per hari.
"Angka-angka tersebut akan kita jaga dengan reformasi fiskal yang holistik dan konsisten," ujar Presiden Prabowo Subianto.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow