Polres Metro Jakarta Pusat Siagakan 767 Personel Amankan Demo 30 Juli
Kepolisian Republik Indonesia mengerahkan 767 personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan jajaran Polsek untuk mengamankan aksi unjuk rasa di dua lokasi Jakarta Pusat pada Kamis, 30 Juli 2026.
Pengamanan ketat difokuskan pada dua titik utama aksi penyampaian pendapat oleh elemen mahasiswa, yakni di area kawasan Patung Kuda atau Jalan Medan Merdeka Selatan serta depan Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) RI di Jalan Kebon Sirih.
Gelombang demonstrasi pertama diprakarsai oleh aliansi massa Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Indonesia di wilayah Gambir mulai pukul 10.00 WIB. Sementara itu, Aliansi Mahasiswa Peduli Sosial menyasar Kantor BGN RI sekitar pukul 12.00 WIB.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlyn Sumantri mengonfirmasi kesiapan pengamanan serta jadwal pergerakan massa dari aliansi mahasiswa di kawasan Gambir tersebut.
"Aksi unjuk rasa pertama datang dari Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Indonesia dan beberapa elemen massa di wilayah Gambir," kata Erlyn.
Kepolisian membagi fokus penjagaan pada lokasi sasaran berikutnya di Jalan Kebon Sirih agar arus penyampaian aspirasi publik tetap kondusif.
"Aksi unjuk rasa titik kedua akan digelar oleh Aliansi Mahasiswa Peduli Sosial. Sasaran aksinya bertempat di depan Kantor BGN RI pukul 12.00 WIB," jelas Erlyn.
Pihak kepolisian juga meminta masyarakat mengantisipasi potensi kemacetan dengan menggunakan rute alternatif dan terus memantau dinamika arus lalu lintas di lapangan.
"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat yang akan beraktivitas melintasi kawasan tersebut untuk berhati-hati dan mencari rute alternatif untuk menghindari kemacetan selama aksi berlangsung," tutur Erlyn.
Penyiapan ratusan personel pengamanan ini merupakan kelanjutan dari rangkaian pengawalan aksi unjuk rasa di ibu kota. Sehari sebelumnya, Rabu, 29 Juli 2026, sebanyak 750 personel gabungan diterjunkan untuk mengamankan demonstrasi Cipayung Plus Jakarta Selatan serta Forum Mahasiswa Hukum Progresif di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kejaksaan Agung.
Iptu Erlyn Sumantri sebelumnya sempat menyampaikan rincian aksi pada Rabu tersebut.
“Aksi unjuk rasa dari kelompok Cipayung Plus dan beberapa element di wilayah Gambir,” ujar Erlyn.
Personel keamanan tetap disiagakan secara penuh mengingat pergerakan massa berpotensi memicu kemacetan di ruas jalan protokol Jakarta Pusat.
“Rencana giat pukul 13.00 WIB,” tandas Erlyn.
Skenario rekayasa lalu lintas disiapkan secara situasional sesuai fluktuasi jumlah massa di lapangan. Kepolisian mengonfirmasi ketersediaan rute alternatif, termasuk alih arus dari Patung Kuda menuju Jalan Budi Kemuliaan atau Jalan Kebon Sirih guna mengurai kepadatan kendaraan.
"Rekayasa lalu lintas akan dilakukan secara situasional sesuai kondisi di lapangan dan jumlah massa yang hadir," kata Erlyn.
Intensitas demonstrasi di Jakarta Pusat tercatat tinggi sepanjang akhir Juli 2026. Pada Senin, 27 Juli 2026, sebanyak 865 personel disiagakan untuk mengawal unjuk rasa Forum Komunikasi Warga Kwini 8 Bersatu di Patung Kuda dan BEM Universitas Ibnu Chaldun di Kantor BGN. Pengamanan aksi pada hari tersebut turut melibatkan personel Brimob Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Metro Jaya di Jalan Medan Merdeka Selatan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow