Petrosea Raih Prospek Pendapatan Rp57 Triliun Usai Divestasi KMS

Smallest Font
Largest Font

PT Petrosea Tbk (PTRO) mengalihkan kepemilikan saham PT Kemilau Mulia Sakti kepada PT Singaraja Putra Tbk (SINI) senilai Rp1,512 triliun pada 24 Juli 2026. Langkah divestasi ini membuka potensi total pendapatan hingga Rp57,05 triliun dari proyek operasional tambang batu bara.

Sisa pembayaran akuisisi sebesar Rp218,4 miliar akan dilunasi SINI secara bertahap sampai akhir 2028 dengan porsi bunga 7,5 persen per tahun. Di sisi lain, Petrosea turut menyerap HMETD SINI sebesar Rp1,19 triliun untuk mengantongi 19,88 persen saham tanpa menjadi pengendali.

Pengalihan saham ini menjadi bagian dari penataan ulang portofolio bisnis yang dilaporkan ke Bursa Efek Indonesia pada Agustus 2026. Manajemen Petrosea memfokuskan porsi usahanya pada layanan jasa pertambangan, konstruksi, EPCI lepas pantai, dan logistik.

"Dengan divestasi tersebut, Petrosea tidak lagi mengendalikan KMS serta tidak memiliki kepemilikan langsung atas perusahaan tersebut," ujar Sekretaris Perusahaan Petrosea, Anto Broto.

Keputusan investasi pada saham SINI bertujuan mendiversifikasi bisnis sekaligus memanfaatkan potensi arus kas dari aktivitas tambang tanpa mengonsolidasikan laporan keuangan kedua entitas.

"Investasi ini merupakan keputusan portofolio dan bukan untuk mengendalikan atau mengonsolidasikan laporan keuangan SINI," tambah Anto.

Pelunasan sisa utang transaksi akan didukung penuh oleh kas operasional pertambangan SINI. Jadwal pembayaran bunga ditetapkan setiap 31 Desember untuk periode 2026 dan 2027, serta pelunasan pokok beserta bunga pada akhir 2028. Jika terjadi penundaan pembayaran, denda bunga tetap diberlakukan hingga utang rampung.

SINI memproyeksikan target produksi batu bara mencapai 42 juta ton dari tambang PT Pesona Bara Cakrawala (PBC) dan 8 juta ton dari PT Cakrawala Bara Persada (CBP). Target ini didukung pengembangan infrastruktur pendukung di area pertambangan.

"Infrastruktur pendukung seperti jalan hauling menuju CBP sudah mencapai progres 83,74% dan diperkirakan selesai Februari 2027, sementara jalan PBC sudah selesai tahap surfacing. Pelabuhan dan stockpile akan menggunakan fasilitas pihak ketiga yang sudah sesuai kapasitas produksi," ujar Direktur Utama Singaraja Putra, Amir Antolis.

Proses pembebasan lahan untuk area operasi tambang kini telah mencapai 45 persen di lokasi PBC dan 15 persen di wilayah CBP.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed