Petrosea Tbk Jelaskan Transaksi Saham KMS dan SINI Rp1.73 Triliun

Smallest Font
Largest Font

PT Petrosea Tbk (PTRO) menyampaikan klarifikasi resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa, 11 Agustus 2026, terkait strategi divestasi PT Kemilau Mulia Sakti (KMS) dan partisipasi dalam aksi korporasi PT Singaraja Putra Tbk (SINI).

Langkah korporasi tersebut memicu pertanyaan dari otoritas bursa karena Petrosea melepaskan kepemilikan KMS untuk fokus pada bisnis inti, tetapi secara bersamaan mengalokasikan dana sekitar Rp1,19 triliun untuk mengambil 19,88 persen saham SINI.

Sekretaris Perusahaan Petrosea, Anto Broto, menegaskan bahwa pelepasan unit usaha tersebut dirancang untuk memperkuat fokus perseroan pada lini bisnis utama seperti jasa pertambangan, konstruksi, EPCI migas lepas pantai, dan logistik terintegrasi.

"Dengan divestasi tersebut, Petrosea tidak lagi mengendalikan KMS serta tidak memiliki kepemilikan langsung atas perusahaan tersebut," jelas Sekretaris Perusahaan Petrosea, Anto Broto dalam keterbukaan informasi.

Manajemen PTRO menambahkan bahwa partisipasi perusahaan dalam aksi HMETD SINI merupakan langkah investasi portofolio murni yang memberikan fleksibilitas pengelolaan aset sesuai kondisi pasar serta peluang peningkatan nilai imbal hasil tanpa mengganggu kegiatan usaha utama.

"Penyertaan modal di SINI merupakan keputusan investasi portofolio dan tidak ditujukan untuk mengendalikan atau mengkonsolidasi laporan keuangan SINI," jelas Anto, Senin (10/8/2026).

Pihak perseroan juga meyakini investasi ini membawa manfaat strategis melalui diversifikasi risiko usaha, sembari tetap menjaga kestabilan operasional pada lini bisnis utamanya.

"Sementara partisipasi perseroan dalam pelaksanaan HMETD SINI merupakan keputusan investasi dalam bentuk kepemilikan saham yang tidak ditujukan untuk mengendalikan keputusan strategis SINI dan anak usahanya. Penyertaan modal pada SINI tidak mengubah fokus perseroan pada kegiatan inti," jelas Anto dalam keterbukaan informasi dikutip Selasa (11/8/2026).

Dari sisi nilai, total transaksi penjualan KMS ke SINI mencapai Rp1,73 triliun dengan dua skema pembayaran. Pembayaran pertama berupa dana tunai sebesar Rp1,512 triliun yang telah diselesaikan SINI pada 24 Juli 2026 menggunakan dana hasil HMETD.

"Sebesar Rp 1,51 triliun telah dibayarkan menggunakan dana hasil PMHMETD pada 24 Juli 2026," terang Anto.

Adapun sisa kewajiban sebesar Rp218,4 miliar dikenakan bunga 7,5 persen per tahun dan dibayarkan secara bertahap menggunakan kas internal dari operasional Izin Usaha Pertambangan (IUP) SINI. Pembayaran bunga tahun 2026 dan 2027 dilakukan tiap akhir Desember, sedangkan pelunasan pokok beserta sisa bunga dijadwalkan paling lambat 31 Desember 2028.

"Dalam hal SINI tidak memenuhi kewajibannya untuk melakukan pembayaran, maka SINI akan tetap dikenakan bunga sebesar 7,5% per tahun dan SINI tetap akan dianggap memiliki utang yang dapat ditagih oleh Perseroan sampai dengan pelunasan penuh oleh SINI," katanya.

Di sisi lain, Direktur Utama Singaraja Putra, Amir Antolis, memaparkan dalam jawaban terpisah kepada BEI bahwa SINI telah mengikat perjanjian jasa pertambangan sepanjang umur tambang dengan Petrosea untuk anak usahanya, PT Pesona Bara Cakrawala (PBC) dan PT Cakrawala Bara Persada (CBP).

"Pelabuhan dan stockpile akan menggunakan fasilitas milik pihak ketiga dan saat ini fasilitas tersebut telah ada dan kapasitasnya masih sesuai dengan rencana produksi PBC dan CBP," kata Amir dalam keterbukaan informasi dikutip Kamis (6/8/2026).

Kerja sama jasa pertambangan tersebut mencakup pengupasan lapisan tanah dan penggalian batu bara di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, dengan estimasi total omzet mencapai Rp57,05 triliun selama masa kontrak. Kegiatan first cut diperkirakan mulai berjalan pada kuartal IV-2026 untuk PBC dan semester II-2027 untuk CBP.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed