Penembakan di Pesta Remaja North Charleston Menewaskan Satu Orang

Smallest Font
Largest Font

Aksi penembakan melanda sebuah pesta remaja di rumah sewa jangka pendek di kawasan High Cotton Court, North Charleston, Sabtu (25/7/2026) malam, hingga menewaskan seorang remaja laki-laki dan melukai tiga orang lainnya. Kepolisian North Charleston awalnya menerima laporan gangguan kebisingan sekitar pukul 10.15 malam sebelum rentetan tembakan dilaporkan terjadi di lokasi kejadian. Korban luka terdiri dari seorang pria berusia 20 tahun, serta seorang pria dan wanita berusia 19 tahun yang langsung dilarikan ke rumah sakit.

Petugas yang tiba di tempat kejadian sempat memberikan pertolongan pertama kepada remaja laki-laki yang tergeletak di dalam rumah, namun korban akhirnya meninggal di lokasi. Hingga kini, kepolisian belum menangkap tersangka dalam insiden penembakan yang juga merusak dua rumah tetangga tersebut.

Seorang penghuni sekitar, Al Zak, menceritakan pengalaman saat peluru menembus dinding dapur rumahnya hingga merusak wadah makanan di atas meja.

"Istri saya masuk untuk mandi dan cucu perempuan saya, dan saya mendengar dentuman besar di dapur," kata Zak. Ia menyebut rumahnya terkena tiga tembakan, sementara rumah tetangganya juga mengalami kerusakan pada pintu garasi.

"Tetangga sebelah memiliki lubang peluru di bagian bawah pintu garasinya dan di samping rumah," ujar Zak. Zak menambahkan bahwa polisi bertahan di lokasi kejadian hingga sekitar pukul 05.00 pagi untuk melakukan pemeriksaan.

"Saya tidak tahu berapa banyak senjata yang terlibat atau hal semacam itu," tutur Zak. Menurutnya, rumah sewa tersebut sebelumnya pernah digunakan untuk acara serupa oleh kelompok remaja. "Saya pikir kami tidak ada di sini, tetapi saya tahu para tetangga mengatakan sekitar tiga minggu lalu ada anak-anak di sana lagi," ucap Zak.

Ia menilai pengelola persewaan harus lebih selektif dalam memilih penyewa properti mereka.

"Saya pikir siapa pun yang menangani hal-hal semacam ini, mereka perlu melakukan pekerjaan yang lebih baik tentang kepada siapa mereka menyewakannya," tegas Zak. Wali Kota North Charleston, Reggie Burgess, menyampaikan belasungkawa mendalam dan menegaskan perlunya pengetatan aturan bagi pengelola sewa jangka pendek. "Kami ingin menyampaikan belasungkawa kami kepada pemuda yang kehilangan nyawanya dan yang lainnya yang terluka," kata Burgess.

Ia mengingatkan bahwa aturan kota mewajibkan pengelola untuk melaporkan rencana acara kepada pihak berwenang.

"Jika mereka memiliki persewaan jangka pendek dan mereka tahu bahwa mereka mengadakan pesta atau jenis acara apa pun, departemen kepolisian perlu tahu," ujar Burgess. Burgess berencana berkonsultasi dengan tim hukum kota mengenai izin operasi properti tersebut.

"Seorang pemuda kehilangan nyawanya di sini. Dia kehilangan nyawanya dan tiga orang lainnya terluka," tutur Burgess. Ia menegaskan tidak akan membiarkan warga hidup dalam ketakutan akibat insiden berulang di wilayah tersebut.

"Saya menolak membiarkan para warga ini hidup dalam kondisi di mana mereka harus khawatir setiap hari tentang apa yang akan terjadi di sini ketika pintu-pintu ini dibuka," ucap Burgess. Petugas Penegakan Kepatuhan Kota, Patrick Nathan, mengonfirmasi bahwa peraturan daerah melarang keras penyelenggaraan acara semacam itu di properti sewa jangka pendek. "Kota menerapkan peraturan yang pada dasarnya mengatasi masalah seperti ini," kata Nathan.

Nathan menambahkan bahwa perwakilan properti tidak memberikan respons dalam batas waktu 30 menit setelah kejadian sehingga penindakan diambil alih kepolisian.

"Dalam kasus ini, orang yang dapat dihubungi tidak merespons, sehingga aparat penegak hukum dapat menangani masalah tersebut," ujar Nathan. Pemilik izin kini telah menerima sanksi atas kelalaian respons dan penyelenggaraan acara terlarang tersebut. "Setelah mereka mengambil izin itu, mereka bertanggung jawab penuh atas semua yang terjadi di sini," tutur Nathan.

Aturan kota membatasi kapasitas hunian maksimal delapan tamu dan melarang penggunaan properti sebagai tempat pesta.

"Penyewaan jangka pendek, maksudnya adalah memiliki tempat untuk datang dan menginap, bukan tempat untuk datang dan berpesta," ucap Nathan. Meski tidak memiliki catatan pengaduan resmi sebelumnya, Nathan mencatat adanya laporan warga melalui situs keluhan yang akan diperiksa lebih lanjut.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed