Pemkab Sangihe Perjuangkan Bantuan Gempa Usai Guncangan Mag 5,2
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe memperjuangkan percepatan realisasi bantuan pascagempa bumi magnitudo 5,2 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara pada Rabu, 22 Juli 2026. Langkah ini diambil untuk mempercepat pemulihan warga dan perbaikan fasilitas umum.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika merilis gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,2 terjadi pukul 01:33 WIB. Pusat gempa terdeteksi di laut pada kedalaman 10 kilometer serta berjarak 234 kilometer barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Warga diminta memeriksa kelayakan serta ketahanan bangunan tempat tinggal dari retakan atau kerusakan sebelum memutuskan untuk kembali ke dalam rumah.
Di sela rapat paripurna DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe, Pemkab Sangihe mengawal usulan bantuan untuk penanganan kerusakan pemukiman dan infrastruktur desa. Pemerintah daerah telah memperpanjang status tanggap darurat selama tiga bulan sejak berakhirnya masa tanggap darurat sebelumnya pada 22 Juni 2026.
"Saya berharap adanya bantuan anggaran mengingat kemampuan fiskal daerah yang terbatas, sehingga penanganan lanjutan bagi masyarakat terdampak dapat segera direalisasikan," kata Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari.
Perpanjangan status tanggap darurat tersebut bertujuan memastikan proses penanganan pascagempa tetap berjalan optimal sambil menunggu pengucuran dukungan dana dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow