Pemkab Buleleng dan Polres Tabanan Usut Kasus Pengeroyokan Warga

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah Kabupaten Buleleng menyiapkan bantuan sosial dan pendampingan psikologis bagi keluarga almarhum KD, pria yang meninggal dunia usai dikeroyok massa di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, pada Jumat (24/7/2026) dini hari.

Langkah penanganan tersebut dilakukan Pemkab Buleleng setelah korban terduga pencuri ayam aduan itu meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak dalam kondisi ekonomi kurang mampu. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Buleleng I Putu Kariaman Putra mengunjungi rumah duka di Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Minggu (26/7/2026), bersama pejabat Disdikpora Buleleng dan Camat Banjar.

Dinsos P3A Buleleng mencatat keluarga korban telah terdaftar sebagai penerima Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dari Kementerian Sosial. Pemerintah daerah kini berfokus menjamin kelanjutan pendidikan anak-anak korban yang masih berstatus pelajar di jenjang SD dan SMK, termasuk menawarkan fasilitas pendidikan gratis di Sekolah Rakyat Karangasem serta mengusulkan bantuan bedah rumah Program Rumah Sejahtera Terpadu (RST).

Selain dukungan material dan pemberdayaan ekonomi untuk istri korban, pendampingan kesehatan mental juga disiapkan untuk memulihkan trauma anak-anak almarhum.

"Besok kami melakukan penjangkauan bersama psikolog untuk mendampingi anak-anak dan keluarga yang bersangkutan," ujar Kariaman.

Di sisi lain, Perbekel Desa Sidetapa I Made Sutama mengonfirmasi bahwa pihak keluarga telah mengikhlaskan kepergian almarhum sebagai sebuah musibah dan tidak berniat menempuh jalur hukum secara mandiri.

Sutama mengungkapkan rasa keprihatinannya atas insiden main hakim sendiri yang merenggut nyawa warganya tersebut.

"Anaknya ada tiga. Satu masih sekolah SD dan satu masih sekolah SMA yang paling besar sudah menikah," kata Sutama.

Ia menekankan pentingnya menegakkan proses hukum tanpa harus melakukan aksi kekerasan yang berlebihan saat mendapati dugaan tindak pidana di masyarakat.

"Kesalahan orang pasti ada, tetapi janganlah gara-gara hanya mencuri ayam sampai menghilangkan nyawa orang," ujar dia.

Sutama menambahkan bahwa kemarahan warga dipicu oleh keresahan akibat maraknya kasus kehilangan ternak ayam di lokasi kejadian sebelum peristiwa pengeroyokan terjadi.

"Kalau semua orang mempunyai pemikiran seperti itu, tentu akan banyak orang meninggal hanya karena persoalan pencurian. Negara kita adalah negara hukum," ujar dia.

Ia mengimbau agar masyarakat menyerahkan sepenuhnya terduga pelaku kejahatan kepada pihak berwajib.

"Saya sedih sekali melihat anak-anaknya menangis," ujar dia.

Sutama menyebutkan suasana emosional menyelimuti proses penjemputan jenazah hingga pemakaman korban.

"Kemarin pihak keluarga telah mengikhlaskan kepergian (almarhum). Karena terus terang saja dalam hal ini sudah menganggap musibah," ujar dia.

Sementara itu, aparat kepolisian dari Polres Tabanan terus melakukan penyelidikan mendalam terkait tindak pidana pencurian sekaligus aksi pengeroyokan dan pembakaran sepeda motor milik korban.

Kasi Humas Polres Tabanan Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani menyampaikan bahwa insiden tersebut berlangsung sekitar pukul 01.30 WITA dan korban dilaporkan sudah dalam keadaan meninggal dunia saat petugas Polsek Baturiti tiba di lokasi kejadian pada pukul 02.00 WITA.

"Terduga pelaku diketahui warga saat diduga melakukan pencurian seekor ayam milik warga setempat," kata Iptu Wiwik.

Polisi telah mengamankan barang bukti berupa seekor ayam milik warga berinisial IWS (31), sebilah golok, serta tas berisi tang, ketapel, batu, dan uang tunai di lokasi kejadian.

"Saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan mendalami seluruh rangkaian kejadian, termasuk identifikasi terduga pelaku," ujar dia.

Wiwik menjelaskan situasi di lokasi memanas akibat warga yang terpancing emosi atas rentetan kasus kehilangan ternak sebelumnya.

"Warga sudah cukup lama mengeluhkan kasus kehilangan ternak ayam di wilayah tersebut sehingga saat pelaku tertangkap tangan situasi langsung memanas," kata Wiwik.

Pihak kepolisian telah mengevakuasi jenazah ke RS Semara Ratih serta melakukan olah TKP dan identifikasi sidik jari oleh Tim Inafis Satreskrim Polres Tabanan.

"Pihak kepolisian telah mengambil keterangan dari korban dan saksi-saksi di sekitar TKP guna mendalami kronologi pencurian serta latar belakang keresahan warga," tandasnya.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed