Pemkot Denpasar dan Buleleng Akselerasi Pendataan Perlinsos
Pemerintah Kota Denpasar bersama Pemerintah Kabupaten Buleleng mempercepat pelaksanaan pendataan Kartu Keluarga Populasi dan Perlindungan Sosial (Perlinsos) guna mengejar target nasional sebesar 40 hingga 60 persen sebelum batas waktu akhir Agustus 2026.
Hingga pertengahan Agustus 2026, capaian pendataan di Kota Denpasar telah menembus angka 21,87 persen dengan realisasi sekitar 35.000 KK dari target 111.000 KK. Angka tersebut terus bertambah dengan rata-rata kenaikan harian mencapai 2.000 hingga 3.600 KK.
Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Aryawibawa menjelaskan bahwa kendala teknis akibat gangguan sistem pusat sempat menginterupsi proses penginputan data di lapangan, sehingga warga yang berkumpul harus dijadwalkan ulang.
"Akibat gangguan sistem, masyarakat yang sudah hadir harus kembali pulang dan dijadwalkan datang keesokan harinya. Namun, tingkat kehadiran pada hari berikutnya tidak lagi semaksimal sebelumnya," ujar Aryawibawa.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemkot Denpasar mengoptimalkan keberadaan Balai Banjar dan Balai Desa serta mengerahkan lintas dinas untuk menjangkau komunitas seni, pedagang pasar, hingga kelompok nelayan.
"Kalau rata-rata kenaikan satu persen per hari, maka sekitar 20 hari ke depan target minimal 40 persen bisa tercapai," katanya.
Pemkot Denpasar juga menetapkan skema pemantauan data sebanyak tiga kali sehari, yaitu pada pukul 06.00 WITA, 18.00 WITA, dan 22.00 WITA untuk memetakan kawasan yang mengalami penurunan aktivitas pendataan.
"Dimana keunggulan utama daerah Denpasar terletak pada keberadaan Balai Banjar dan Balai Desa yang sangat efektif sebagai wadah kumpul masyarakat. Dibandingkan kota besar lain seperti Surabaya yang mengandalkan hingga 37.000 agen untuk melakukan penyisiran rumah ke rumah (canvassing/door-to-door), struktur adat dan kemasyarakatan di Denpasar memberikan efisiensi yang jauh lebih tinggi jika dimanfaatkan secara optimal," pasar Arya Wibawa.
Pemerintah Kota Denpasar menaruh perhatian khusus pada warga berpenghasilan rendah di kategori Desil 5 dan Desil 6 yang diperkirakan mencapai 18.000 jiwa agar tidak jatuh ke jurang kemiskinan ekstrem.
"Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran OPD, camat, dan perbekel/lurah atas kerja keras serta kolaborasi aktif yang telah ditunjukkan selama ini," ujarnya.
Sementara itu di Kabupaten Buleleng, percepatan pendataan Perlinsos juga dipacu hingga ke tingkat kecamatan dan desa. Sekretaris Kecamatan Kubutambahan, I Nyoman Budiarsana, menginstruksikan seluruh aparatur sipil negara untuk mengawal pendataan agar akurat dan tepat sasaran.
“Melalui pelaksanaan tugas yang disiplin dan bertanggung jawab, kita dapat memberikan kontribusi positif dalam mendukung setiap program dan kegiatan pemerintah, khususnya dalam momentum Bulan Agustus ini,” ujarnya.
Langkah serupa digencarkan Camat Kubutambahan, I Nyoman Arya Lanang Subahagia Putra, yang melibatkan tenaga pendidik dan pihak perbekel untuk mendaftarkan warga yang belum terdata demi menjamin keakuratan data penerima bantuan sosial.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow