Pemerintah Perlu Memperkuat Kualitas Belanja Negara dalam RAPBN 2027
Penulis : Bambang Ismoyo 13 Aug 2026 | 15:31 WIB
Pengendara motor melakukan penghormatan saat peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di perempatan Jalan Rungkut Industri, Surabaya, Jawa Timur. (ANTARA/Didik Suhartono)
JAKARTA, investor.id – Pemerintah dinilai perlu memperkuat kualitas belanja negara dalam RAPBN 2027 agar APBN tidak sekadar menopang pertumbuhan ekonomi jangka pendek, tetapi juga membangun kapasitas ekonomi dan menciptakan lapangan kerja.
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Rizal Taufikurahman, mengatakan bahwa pemerintah perlu memberikan gambaran konkret mengenai sumber atau mesin pertumbuhan ekonomi nasional menjelang penyampaian pidato kenegaraan dan Nota Keuangan RAPBN 2027.
Menurut dia, target pertumbuhan ekonomi yang tinggi belum cukup apabila tidak disertai strategi yang mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat daya beli masyarakat, dan meningkatkan kapasitas produksi.
“Menjelang pidato kenegaraan dan Nota Keuangan RAPBN 2027, pemerintah sebaiknya tidak hanya menawarkan target pertumbuhan tinggi, tetapi menunjukkan mesin pertumbuhan yang jelas,” ungkap Rizal saat dihubungi, Kamis (13/8/2026).
Rizal menilai, tantangan ekonomi Indonesia saat ini bukan semata-mata mengejar angka pertumbuhan, melainkan memastikan pertumbuhan tersebut memiliki kualitas dan memberikan dampak nyata kepada masyarakat.
Ia melanjutkan, persoalan kualitas pertumbuhan menjadi perhatian karena tekanan terhadap pasar kerja masih berlangsung. Pemutusan hubungan kerja (PHK) masih terjadi, sementara industri padat karya menghadapi tekanan.
Di sisi lain, penciptaan lapangan kerja formal dinilai masih lemah dan daya beli masyarakat belum sepenuhnya kuat.
Kondisi tersebut membuat pencapaian pertumbuhan ekonomi perlu dilihat lebih jauh dari sekadar angka Produk Domestik Bruto (PDB). Pertumbuhan yang sehat seharusnya berjalan beriringan dengan peningkatan kesempatan kerja, produktivitas, pendapatan masyarakat, serta penguatan sektor-sektor produksi.
Oleh karena itu, APBN 2027 diharapkan dapat lebih kuat diarahkan pada belanja yang memberikan dampak langsung terhadap kapasitas ekonomi nasional. Fokus tersebut antara lain mencakup industrialisasi, investasi, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), peningkatan keterampilan tenaga kerja, serta perlindungan sosial yang tepat sasaran.
Belanja negara tidak cukup hanya berfungsi sebagai instrumen untuk menjaga aktivitas ekonomi dalam jangka pendek. APBN juga perlu menjadi alat untuk membangun fondasi pertumbuhan dalam jangka menengah dan panjang.
Menurut Rizal, penguatan industrialisasi menjadi salah satu kunci karena sektor manufaktur, khususnya industri yang mampu menyerap banyak tenaga kerja, memiliki peran penting dalam menciptakan pekerjaan formal sekaligus meningkatkan produktivitas.
Begitu pula dengan investasi. Pemerintah perlu memastikan investasi yang masuk tidak hanya meningkatkan nilai penanaman modal, tetapi juga memperluas kapasitas produksi domestik, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat keterkaitan dengan pelaku usaha lokal.
Pengembangan UMKM dan peningkatan keterampilan tenaga kerja juga perlu berjalan beriringan. Peningkatan kapasitas pekerja menjadi penting agar tenaga kerja Indonesia dapat mengikuti perubahan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi.
Sementara itu, perlindungan sosial tetap dibutuhkan untuk menjaga masyarakat yang rentan terhadap tekanan ekonomi. Namun, penyalurannya perlu semakin tepat sasaran agar anggaran benar-benar memberikan manfaat kepada kelompok yang membutuhkan.
“Karena itu, APBN 2027 perlu lebih fokus pada belanja produktif, industrialisasi, investasi, UMKM, peningkatan keterampilan, dan perlindungan sosial yang tepat sasaran,” pungkasnya.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Pasar Menanti Jurus Pemerintah di RAPBN 2027
IHSG Tertekan MSCI, Pasar Tunggu Pidato Prabowo
Ekonom Sarankan Anggaran MBG Tahun 2027 Dipangkas
Pajak Marketplace Ditunda, Purbaya Ingin Daya Beli Masyarakat Terjaga
Tok, Anggaran MBG Tetap Gabung Pendidikan pada 2027, Mulai Dipisah Tahun 2028
Market 3 menit yang lalu Gerak Gerik Andry Hakim dalam Aksi Korporasi CBRE Ada perubahan kepemilikan saham Andry Hakim di Cakra Buana Resources Energi (CBRE) saat perseroan tengah mempersiapkan aksi rights issue.
Business 4 menit yang lalu CSR Perlu Beri Manfaat Berkelanjutan Unifam menyerahkan satu unit ambulans ke PMI Kota Jakarta Barat sebagai CSR yang menghadirkan manfaat berkelanjutan.
Macroeconomy 5 menit yang lalu Indef: Ekonomi Jangan Cuma Tumbuh Tinggi, tapi Harus Berkualitas Ekonom Indef mendorong APBN 2027 fokus pada belanja produktif, industrialisasi, investasi, UMKM, dan penciptaan lapangan kerja.
Market 18 menit yang lalu Meski Didepak dari Indeks MSCI, Saham GOTO Masih Eksklusif Meskipun GOTO didepak dari MSCI Global Standard Indexes, saham tersebut masih memiliki posisi di sejumlah indeks utama BEI.
International 24 menit yang lalu Ke mana Arah Pergerakan Harga Emas Selanjutnya? Harga emas berpeluang naik lagi di tengah proyeksi suku bunga The Fed dan aksi borong bank sentral. Simak analisis lengkapnya di sini!
Business 27 menit yang lalu Cyber Resilience Jadi Kunci Lindungi Pendapatan dan Reputasi Perusahaan Ketahanan siber dibutuhkan agar perusahaan tetap beroperasi saat serangan terjadi sekaligus menekan kerugian finansial dan reputasi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow