Pemerintah India Siapkan Insentif Mesin Konstruksi USD 12 Miliar

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah India bersiap menyetujui skema insentif senilai 1,2 miliar dolar AS untuk memacu manufaktur dalam negeri bagi peralatan konstruksi dan infrastruktur berteknologi tinggi. Langkah strategis ini dirancang untuk menekan ketergantungan impor mesin kritis dari Tiongkok.

Program yang dirancang berlaku selama tujuh tahun tersebut ditargetkan mampu menarik investasi baru sekitar 1,8 miliar dolar AS. Pemerintah fokus memberikan insentif pada pembuatan mesin bor terowongan (TBM), peralatan pemadam kebakaran, hingga lift gedung bertingkat tinggi.

Ketergantungan terhadap pemasok luar negeri menjadi perhatian serius di tengah masifnya proyek jalan tol dan metro rail di India. Keterbatasan kapasitas produksi lokal sempat membuat proyek infrastruktur rentan terhadap gangguan rantai pasok global.

Nilai impor mesin bor terowongan dari Tiongkok mencatatkan penurunan signifikan dalam beberapa tahun terakhir akibat pembatasan perdagangan. Nilai impor yang sempat menyentuh 18 juta dolar AS pada periode 2022-2023 merosot drastis hingga tersisa 800 ribu dolar AS pada 2025-2026.

Skema insentif bernilai besar ini diproyeksikan memberikan dorongan bagi perusahaan manufaktur lokal maupun BUMN seperti BEML, Larsen & Toubro, serta Johnson Lifts untuk meningkatkan kemampuan produksi dan penguasaan teknologi.

Chief Executive Officer Cranes di Action Construction Equipment, Manish Mathur, menyampaikan pandangannya terkait kebijakan insentif industri tersebut.

"Pada saat pemerintah India memprioritaskan kemandirian dalam manufaktur dan mengurangi ketergantungan pada impor, insentif semacam itu dapat memberikan dorongan signifikan bagi produsen dalam negeri dengan memungkinkan investasi yang lebih besar dalam teknologi, R&D, dan indigenisasi," kata Manish Mathur, CEO Cranes di Action Construction Equipment.

Ia menambahkan bahwa kebijakan pendukung dari pemerintah akan memperkuat posisi industri manufaktur domestik di pasar global.

"Secara bersama-sama, langkah-langkah ini mendorong produsen India untuk bergerak lebih jauh ke atas kurva teknologi, membangun produk yang kompetitif secara global, dan memproyeksikan posisi India sebagai pusat global yang andal untuk manufaktur peralatan konstruksi," kata Manish Mathur, CEO Cranes di Action Construction Equipment.

Pasar peralatan konstruksi dan infrastruktur India saat ini bernilai sekitar 10,5 miliar dolar AS atau setara 1 triliun rupee. Porsi industri peralatan konstruksi India di pasar global juga diproyeksikan meningkat dari 4 persen menjadi 6,5 persen dalam lima tahun ke depan.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed