Pembunuhan Beruntun 12 Influencer di Sinaloa Diduga Terkait Konflik Kartel
Dua belas influencer di wilayah Sinaloa, Meksiko, menjadi korban pembunuhan dalam beberapa bulan terakhir, dengan kasus terbaru adalah eksekusi influencer César Gastélum saat siaran langsung di Culiacán pada Selasa lalu, menurut laporan elnorte.com pada 6 Agustus 2026.
Pelaku yang mengendarai sepeda motor menembak kepala Gastélum di Bulevar Sánchez Alonso. Pemerintah federal sedang menyelidiki motif pembunuhan dengan menelaah konten yang dipublikasikan korban sebelum kejadian.
Dalam rekaman terakhir, Gastélum terlihat melakukan gerakan khas dengan topi yang diduga menjadi simbol kelompok "La Mayiza", salah satu faksi kartel di wilayah tersebut.
Sejumlah influencer yang mengidentifikasi diri dengan "La Mayiza" pernah dipublikasikan dalam selebaran yang dibagikan dari pesawat pada Januari 2025. Selebaran tersebut menampilkan 25 foto publik figur yang dituduh berperan sebagai pendukung atau pencuci uang bagi kelompok saingan, "Los Chapitos".
Beberapa dari mereka telah dibunuh sebelumnya, termasuk Gerardo Moya yang tewas tertembak pada November 2025 di Culiacán.
Beberapa korban lainnya, seperti Víctor Manuel dan Adalberto Peña Urquidez, juga mengalami serangan bersenjata yang berujung pada kematian mereka antara 2024 dan 2025. Hal ini menunjukkan pola kekerasan yang berkelanjutan di kalangan kreator konten yang terkait dengan kartel.
Justin Paul ditemukan tewas dengan tanda penyiksaan dan tembakan di kepala, sementara Leovardo Aispuro Soto, seorang youtuber humor, juga menjadi korban eksekusi di wilayah yang sama.
Jesús Miguel Vivanco García, yang masuk daftar pengawasan Amerika Serikat terkait narkoba, ditemukan tewas dengan luka tembak dan tanda penyiksaan pada November 2024.
Selain di Sinaloa, dua pembunuhan terkait kartel juga terjadi di luar wilayah tersebut, yaitu di Morelos dan Baja California, dengan korban yang juga merupakan influencer dan anggota keluarga kreator konten.
Direktur DEA, Terry Cole, memberikan peringatan tegas kepada pejabat publik yang melindungi kartel, menyatakan bahwa tidak ada jabatan atau koneksi politik yang dapat melindungi mereka dari tindakan hukum.
"Jika menggunakan jabatan publik untuk melindungi kartel, ini adalah peringatan: DEA akan menindak. Tidak ada gelar, jabatan, atau koneksi politik yang akan melindungi kalian. Ini termasuk anggota pemerintah Meksiko yang melindungi pemimpin CJNG," ujar Terry Cole.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow