Pancasakti Run 2026 Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal di Banten

Smallest Font
Largest Font

Ajang Pancasakti Run 2026 yang digelar di BSD City, Tangerang pada 19 Juli lalu memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah. Event ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan lari, tetapi juga berdampak signifikan terhadap ekonomi lokal di Banten, dilansir dari Detik Sport.

Menurut riset Katadata Insight Center (KIC), Pancasakti Run 2026 diperkirakan menyumbang dampak ekonomi hingga Rp 18 miliar bagi perekonomian Banten. Survei tatap muka terhadap 68 responden yang terdiri dari pelari, pengunjung, dan pelaku usaha menunjukkan bahwa kontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) lima subkategori usaha terkait di Banten mencapai sekitar 0,006% dari total PDRB Rp171,6 triliun.

Deputy Head Katadata Insight Center, Satria Triputra, menjelaskan bahwa pengeluaran langsung sekitar 5.000 pelari dengan rata-rata belanja Rp 788 ribu per orang menghasilkan dampak langsung Rp 3,9 miliar dan dampak lanjutan (multiplier) Rp 10,4 miliar. Sedangkan pengeluaran 8.500 pengunjung dengan rata-rata belanja Rp 338 ribu per orang menyumbang dampak langsung Rp 2,9 miliar dan dampak multiplier Rp 7,6 miliar.

Nilai multiplier sebesar 2,63 menunjukkan bahwa setiap tambahan Rp 1 pengeluaran peserta dan pengunjung dapat meningkatkan pendapatan ekonomi lokal sebesar Rp 2,63.

Sektor makanan dan minuman menjadi penerima manfaat terbesar dengan pengeluaran pelari mencapai 30,9% dan pengunjung 54,0% dari total belanja. Selain itu, pelari juga banyak menghabiskan uang untuk penginapan (24,7%), hiburan wisata (16,5%), dan transportasi lokal (15,9%). Pengunjung lebih banyak berbelanja untuk transportasi (29,0%) dan merchandise (16,8%).

"Hasil riset ini menegaskan bahwa event lari seperti Pancasakti Run bukan sekadar ajang olahraga, melainkan juga penggerak ekonomi daerah yang nyata. Uang yang dibelanjakan pelari dan pengunjung berputar di sektor kuliner, akomodasi, dan transportasi lokal, lalu memberi efek berganda bagi pelaku usaha di sekitarnya. Ini menjadi bukti bahwa sport tourism dapat menjadi salah satu instrumen strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat lokal," ujar Satria Triputra, Deputy Head Katadata Insight Center.

Dampak positif juga dirasakan langsung oleh pelaku usaha di sekitar lokasi acara. Survei menunjukkan 75% pelaku usaha mengalami peningkatan omzet rata-rata 20%, 100% mengalami peningkatan jumlah pelanggan rata-rata 150,5%, dan 62,5% mengalami peningkatan modal usaha rata-rata 22,8%. Selain itu, 62,5% pelaku usaha menambah tenaga kerja dengan rata-rata penambahan 26,7%.

"Selain itu, 10 dari 10 pelaku usaha (100%) mengalami peningkatan jumlah pelanggan rata-rata 150,5% dan 6 dari 10 pelaku usaha (62,5%) mengalami peningkatan modal usaha rata-rata 22,8%. 6 dari 10 pelaku usaha (62,5%) menambah tenaga kerja, dengan rata-rata penambahan 26,7%," jelas Satria.

Tingkat pengenalan masyarakat terhadap Pancasakti Run juga tergolong tinggi, yakni 93,3%, menjadikannya event lari dengan awareness tertinggi dibandingkan sejumlah ajang lari nasional lain dalam riset tersebut.

CEO Pancasakti Group, Suwandy Tasmadi mengatakan bahwa Pancasakti Run 2026 bukan hanya ajang olahraga, tetapi juga simbol perjalanan perusahaan yang semakin terbuka, bertumbuh, dan dipercaya. Event ini dihadirkan sebagai wadah membangun gaya hidup aktif dan mempererat kolaborasi dengan pemangku kepentingan.

"Melalui setiap langkah para peserta, kami ingin mengajak masyarakat menjadi bagian dari semangat transformasi Pancasakti menuju masa depan yang lebih kuat dan berkelanjutan. Kami percaya bahwa perusahaan yang sehat berawal dari manusia yang sehat," kata Suwandy.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed